Perajin Logam Kudus Kebanjiran Pesanan Golok Sembelih Jelang Iduladha

BETANEWS.ID, KUDUS – Perajin logam atau pandai besi di Kabupaten Kudus kebanjiran order menjelang Hari Raya Iduladha 1445 Hijriyah. Salah satunya adalah hasil logam milik M Sahri Baedlowi, pesanan yang diterimanya naik hingga 200 persen.

Ramainya permintaan pesanan disebutnya terjadi sejak tiga pekan lalu. Kebanyakan permintaan lebih banyak golok yang nantinya akan digunakan untuk menyembelih hewan kurban. Bahkan akhir-akhir ini, dia mengirim ribuan barang miliknya ke beberapa toko maupun perusahaan.

Baca JUga: Pj Bupati Kudus Hasan Chabibie Blusukan ke Pasar, Fokus Kendalikan Inflasi

-Advertisement-

“Permintaan sangat meningkat sekali, karena biasanya para pengurus atau panitia kurban itu selalu butuh perlengkapan sembelihan dan pengiris dagingnya. Peningkatan sampai 200 persen, jika dibandingkan dengan hari biasanya. Kalau dibandingkan tahun lalu meningkatnya hanya 30-40 persen,” bebernya, Kamis (6/6/2024).

Ia menjelaskan, jika penjualan pisau di hari-hari biasa hanya menjual sekitar 10 item, kini Sahri mampu mengirim hingga ratusan perhari. Untuk peminat, menurutnya hampir semua daerah di seluruh Indonesia memesan di sana. Bahkan akhir-akhir ini ada juga pisau yang telah dikirim ke Malaysia.

“Pembelinya itu ada yang untuk dijual belikan kembali, ada juga dari perusahaan yang memang sedang membutuhkan. Karena kami juga siap melayani permintaan berbagai produk logam seperti pisau, gunting, sabit, bendo, dan lain sebagainya,” tutur pria beralamat Desa Hadipolo RT 2 RW 1, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus tersebut.

Saat ini, kata Sahri, parang atau golok sembelih hewan di era sekarang ada dua jenis, yaitu jenis golok tradisional dan jenis golok kekinian. Menurutnya, hampir rata penggunaan golok sembelih saat ini menggunakan jenis golok kekinian yang bentuknya lurus. Untuk ketajaman tak usah diragukan, karena ketajaman golok sembelih dipastikan tajam.

“Paling banyak diminati parang buat sembelihan. Sembelihan perlu bahan yang bagus ketajaman yang bagus. Cuma di era sekarang ini, ada dua jenis parang tradisional dan sekarang dia lurus. Jadi untuk juru sembelih halal, sekarang lebih banyak yang menggunakan jenis baru,”ungkapnya.

Ia menuturkan, untuk harga golok sembelih berkisar antara Rp450-550 ribu. Sedangkan untuk pisau yang digunakan sebagai pengiris daging mulai dari Rp10-20 ribu. Untuk produk yang dibuatnya, ia menjamin kualitas barang, karena ia menggunakan bahan-bahan yang bagus, seperti gergaji bekas dari german, bahan senso bekas, plat mobil, dan sebagainya.

Baca Juga: Kerugian Kebakaran Pasar Babe Capai Rp2 M, Pedagang Minta Bantuan Modal

“Saya berani garansi, kalau memang tidak bagus bisa dikembalikan. Bahan-bahan ini sebenarnya tidak bisa ditempa, jadi kami menggunakan mesin pengasah secara langsung. Kami juga menggunakan teknologi dari perusahaan Jepang, dimana ketajaman hanya di satu sisi,” jelasnya.

Meski menjamin kualitas barang, namun Sahri mengaku bahwa produknya dijual dengan harga yang terjangkau atau sesuai harga di pasaran. Hal itu bertujuan agar masyarakat bisa membeli produk kualitas tinggi dengan harga yang ramah dikantong.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER