31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Musim Kemarau Diprediksi Lebih Lama, Warga Diimbau Berhemat Air

BETANEWS.ID, PATI – Musim kemarau tahun ini diprediksi bakal lebih lama dibandingkan dengan tahun lalu. Untuk itu, warga diminta untuk bisa lebih berhemat air untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan.

M Budi Prasetyo, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati mengatakan, selain waktunya yang lebih lama, kemarau pada tahun ini diperkirakan lebih kering dari sebelumnya.

Baca Juga: Nahdliyin Jadi Magnet Besar pada Pilkada Pati

-Advertisement-

“Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat, agar mulai menghemat air. Mungkin kalau masih ada hujan, airnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih. Kalau mungkin tidak bisa dimanfaatkan untuk minum, mungkin bisa digunakan untuk mandi ataupun mencuci,” ujar M Budi Prasetyo.

Ia menyebut, sejauh ini, desa yang sudah mengajukan permintaan air bersih baru Desa Tambahagung, Kecamatan Tambakromo. Sedangan untuk daerah lainnya di wilayah selatan maupun timur belum ada.

Budi menyebut, daerah-daerah, khususnya yang berada di eks Kawedanan Jakenan, Kayen dan Juwana, khususnya Batangan, berpotensi mengalami kekeringan seperti tahun lalu.

Selanjutnya, untuk petani, katanya diimbau untuk beralih dari tanaman padi ke tanaman palawija. Sebab, untuk tanaman padi membutuhkan air yang banyak. Sedangkan untuk palawija, bisa lebih bertahan dengan kondisi tanah yang kering.

Kemudian, Budi juga mengimbau agar warga bisa meminimalkan potensi terjadinya kebakaran di lingkup pemukiman maupun lahan. Ia mencotohkan, warga yang memiliki ternak, diminta agar lebih berhati-hati ketika menyalakan api.

“Untuk mengusir nyamuk atau lalat, biasanya yang punya ternak ini menghidupkan bediang. Nah terkadang, begitu selesai dihidupkan langsung ditinggal. Untuk itu, kami mengimbau agar bediang ini dijauhkan dari jerami atau pakan ternak,” ungkapnya.

Baca Juga: Ditanya soal Kemungkinan Diusung pada Pilkada Pati, Ketua PCNU: ‘Wallahu A’lam’

Selanjutnya, hal lain yang perlu diperhatikan oleh masyarakat, katanya adalah instalasi listrik. Ketika warga menambah daya, menurutnya juga perlu diimbangi dengan perbaikan kabel.

Ketika hal itu tidak dilakukan, menurutnya potensi terjadinya korsleting listrik dan memicu kebakaran sangat dimungkinkan. Maka katanya, perlu kehati-hatian warga terkait dengan instalasi listrik.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER