31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Inilah Kesulitan yang Sering Ditemui Tim Ahli Konservasi Fosil di Situs Patiayam

BETANEWS.ID, KUDUS – Tim ahli inventarisasi dari Museum Sangiran menemui berbagai kesulitan saat mengidentifikasi fosil dengan kondisi tak utuh di Museum Situs Purbakala Patiayam. Mereka berjibaku dengan waktu untuk mengenali jenis fosil yang nantinya akan dipamerkan.

Tim ahli inventarisasi, Siwiyanti, mengaku, menemui salah satu fosil dengan kondisi yang tak utuh lagi. Sehingga, pihaknya merasa agak kesulitan untuk pengumpulan data yang akurat. Menurutnya, kondisi fosil itu tak lagi menjadi satu kesatuan dalam suatu bagian fragmen.

Inventarisasi Situs Patiayam Kudus. Foto: Umam

“Jadi yang kita lakukan adalah analisis anatomi dan analisis taksonomi yang menjadi bagian dari identifikasi. Sehingga, nantinya kita bisa menentukan elemen atau koleksi itu dari bagian tubuh mana dan berasal dari spesies apa,” bebernya saat ditemui di ruang laboratorium Museum Situs Purbakala Patiayam, Rabu (29/5/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Museum Situs Purbakala Patiayam Lakukan Inventarisasi Fosil

Ia mengungkapkan, ada dua fosil yang dalam keadaan tak utuh. Dengan adanya dua fosil itu, ia butuh perenungan dan mencari tahu temuan fosil tersebut. Termasuk mencari sumber temuan dengan wawancara pihak yang mengetahui. Hal itu dilakukan demi keakuratan suatu data fosil yang akan dilakukan dalam kegiatan inventarisasi.

“Kita juga melakukan identifikasi secara teliti, agar diskripsi koleksi, diskripsi lingkungan, dan sejarah dalam fosil ini terungkap,” ujarnya dalam kegiatan yang didukung dana alokasi khusus (DAK) Nonfisik pada Senin-Kamis (27-30/5/2024) itu.

Dalam melakukan inventarisasi koleksi dengan keadaan tak utuh, pihaknya tidak bisa memastikan waktu sampai berapa lama bisa mengetahui semua. Meski sempat kesulitan dalam mengidentifikasi fosil di Museum Situs Purbakala Patiayam, pihaknya bisa memecahkan dan menemukan secara akurat data yang dibutuhkan dengan dua jam.

Alhamdulillah kemarin kita melakukan perenungan selama dua jam, fosil ini bisa ditentukan dari elemen atau koleksi itu dari bagian tubuh mana, berasal dari spesies apa, termasuk sejarahnya seperti apa,” ungkapnya.

Baca juga: Konservasi Koleksi Bahan Kertas Museum Kretek Gunakan Metode Enkapsulasi, Apa Itu?

Dua fosil itu, lanjut Siwiyanti, rupanya tulang carpal dan parsal atau tulang telapak kaki dari spesies keluarga bovidae (kerbau, sapi, badak). Hewan tersebut pernah hidup di zaman pleistosen. Pihaknya kini tinggal melengkapi data dalam kegiatan inventarisasi tersebut.

Ia menambahkan, sebanyak 43 fosil yang pernah tinggal di tiga lingkungan yakni lautan, rawa, dan darat itu diinventarisasi, di mana sebelumnya sudah dilakukan konservasi terlebih dahulu.

“Fosil yang dilakukan inventarisasi ini ditemukan dari tahun 2015-2023. Jenis spesiesnya, berupa gajah purba, bovidae, cervidae, buaya, badak purba, binatang laut dan kerang-kerangan. Sementara untuk fragmennya meliputi rahang bawah, prostanial, tulang rusuk, tulang belakang, tulang belikat (skapula), dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER