BETANEWS.ID, KUDUS – Konservasi dilakukan Museum Kretek menyasar ke koleksi bahan kertas dengan metode enkapsulasi. Tak banyak yang tahu, metode tersebut digunakan karena dianggap lebih optimal dan demi memperpanjang usia bahan kertas.
Kegiatan yang bekerjasama dengan Museum Monumen Pers Nasional, memang lebih memprioritaskan konservasi koleksi berbahan kertas. Hal itu dikarenakan koleksi bahan kertas di Museum Kretek yang saat ini dengan kondisi memprihatinkan.

Konservator Museum Monumen Pers Nasional, Reza Anandiraka mengatakan, enkapsulasi merupakan metode konservasi yang bertujuan mencegah kerusakan lebih lanjut pada bahan kertas. Proses ini mirip dengan laminasi tetapi menggunakan plastik milar dan doubletip bebas asam. Penggunaan bahan bebas asam penting untuk menghindari kerusakan lebih lanjut akibat reaksi kimia.
Baca Juga: Koleksi Dokumen dan Bungkus Rokok Museum Kretek Dikonservasi
“Metode itu sebagai preventif supaya kertas atau koleksi tidak mudah sobek karena gangguan dari luar. Misalkan kalau dipegang, jadi endingnya tidak mudah robek,” bebernya saat ditemui di ruang laboratorium Museum Kretek, Senin (20/5/2024).
Metode itu, katanya, bisa memperpanjang usia kertas atau koleksi yang dikonservasi. Sebab, dengan menggunakan penambalan dengan tisu Jepang, salah satu proses metode enkapsulasi, konsepnya sebisa mungkin tidak ada udara yang masuk. Sehingga hal itu dapat menyelamatkan koleksi kertas dari kerusakan ataupun kepudaran.
“Kertas yang mudah rapuh kita tambal dengan tisu Jepang, tujuannya untuk memperkuat karakter kertas, kemudian ada yang sobek kita tambal, jadi tersambung kembali,” tuturnya.
Baca juga: Jadi Agenda Tahunan, Museum Situs Purbakala Patiayam Kembali Lakukan Konservasi Koleksi Fosil
Ia menjelaskan, dalam melakukan konservasi metode enkapsulasi, tahapannya koleksi ditambal dengan tisu Jepang yang direkatkan dengan bubuk cmc. Keringkan pada suhu ruangan kurang lebih 30 menit, baru bisa diangkat. Langkah selanjutnya, potong dengan mengikuti pola koleksi lalu tutup dengan plastik milar.
“Keawetan lebih tahan lama daripada menggunakan plastik biasa. Jadi metode ini dapat menghindari dari serangan serangga, rayap dan lainnya. Hasilnya, koleksi yang sebelumnya agak pudar bisa kelihatan,” jelasnya.

