31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Dengan DO-CART, Aduan Pasien RSUD Kudus Kini Bisa Ditangani Lebih Cepat

BETANEWS.ID KUDUS – Penjabat (Pj) Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie meluncurkan Inovasi Penanganan Pengaduan melalui DO-CART (Digital Online Customer Care Terpadu) RSUD dr Loekmono Hadi, Selasa (28/5/2024).

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi, Abdul Hakam, mengungkapkan, DO-CART menjadi solusi atas permasalahan waktu penyelesaian pengaduan yang belum optimal. Selain mengefisiensi waktu disposisi pimpinan, DO-CART juga mengefisiensi penggunaan kertas.

Alhamdulillah hari ini kami dapat mengupgrade sistem penanganan pengaduan. Sistem penyelesaian pengaduan yang sebelumnya masih menggunakan cara manual pakai kertas, kini sudah bisa dijalankan secara online. Disposisi pimpinan juga bisa dilakukan melalui ponsel,” jelasnya.

-Advertisement-

Baca juga: RSUD Loekmono Hadi Kudus Segera Punya Stroke Centre

Menurutnya, sistem aplikasi ini akan mempercepat respon penanganan pengaduan pelanggan. Disamping itu, tindak lanjut hasil respon penanganan pengaduan pelanggan terdapat bukti berupa foto yang bisa dilihat oleh pelanggan dan direktur.

Hakam menjelaskan, langkah pengaduan melalui DO-CART sangat mudah. Cukup scan barcode DO-CART, isi nama, nomor handphone, dan status pengadu. Kemudian, tuliskan aduan dengan kalimat yang jelas atau kronologis yang lengkap agar aduan tidak masuk spam. Kemudian, sertakan foto sebagai buki pendukung jika ada.

Setelah itu, kirim permintaan OTP, kemudian ketik nomor OTP yang dikirim melalui WA pada nomor HP yang dicantumkan. Akhiri dengan klik tombol submit. Pengaduan otomatis akan diterima oleh petugas pengaduan utnuk diteruskan kepada direktur.

”Terima kasih atas dukungan Bapak Pj Bupati Kudus yang bersedia melaunching Inovasi Penanganan Pengaduan dengan DO-CART RSUD dr Loekmono Hadi. Kami juga sampaikan terima kasih kepada masyarakat yang masih setia mempercayakan pelayanan kesehatan kepada kami,” katanya.

Baca juga: Kabar Baik, RSUD Kudus Punya Alat Canggih Laser Hemorhoidoplasty untuk Atasi Wasir

PJ Bupati Kudus, Muhamad Hasan Chabibie, mengapresiasi inovasi DO-CART itu. Namun, dia mewanti-wanti manajemen untuk konsen dengan tiga hal agar inovasi dapat berjalan dengan baik, yakni terkait kesiapan sumber daya manusia (SDM), proses dan teknologi, serta manajemen dan tata kelolanya.

”DO-CART ini menjadi pintu masuk transisi proses manual menjadi digital. Kami harapkan dengan adanya DO-CART ini manajemen rumah sakit bisa lebih sistematis dalam meng-captuce voice of customers. Dan alhamdulillah Kabupaten Kudus kemarin masuk dalam 10 Pemerintah Daerah Tertinggi dalam Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Tentu salah satunya yang berperan di dalamnya adalah RSUD dr Loekmono Hadi,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER