Kuli Angkut Naik Haji, Kisah Iskan Wujudkan Impian Lewat Tabungan Kaleng

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria paruh baya bernama Iskan, tukang kuli angkut berhasil berangkat haji melalui tabungan kaleng. Warga Desa Ngembal Kulon RT 4 RW 4, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, akhirnya mampu mewujudkan impiannya tersebut.

Pria berusia 61 tahun tersebut mengaku, bahwa pekerjaan setiap harinya memang sebagai kuli angkut sejak tahun 1990-an. Meski begitu, dengan tekad, doa, dan kerja kerasnya mampu memenuhi panggilan Tuhan ke Baitullah.

Baca Juga: Masuki Kemarau, PT Pura Latih 150 Anggota Ormas Padamkan Kebakaran

-Advertisement-

“Saya daftar haji tahun 2012. Uang daftar itu dari hasil tabungan sejak tahun 2000 hingga 2010. Pas saya buka tabungan uang yang saya simpan di tiga kaleng ini terkumpul Rp 40 juta. Lalu saya mulai nabung lagi dan 2012 sudah terkumpul Rp 50 juta, sehingga bisa daftar bersama istri,” bebernya, Senin (27/5/2024).

Iskan menuturkan, uang tabungan yang dia kumpulkan di kaleng merupakan jerih payahnya sebagai seorang kuli angkut. Setiap hari selalu ia sisihkan uang pecahan mulai dari Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, hingga Rp 20.000, demi keinginannya menunaikan rukun Islam ke lima tersebut.

“Perharinya jadi kuli panggul, untuk pendapatan juga tidak tentu. Terkadang dapat Rp 40-50 ribu. Kalau dapatnya Rp 30 ribu ya terpaksa tidak nabung, karena untuk kebutuhan rumah (bayar listrik, biaya makan, dan lain sebagainya), serta biaya sekolah anak,” ungkapnya.

Menurutnya, alasan menabung di kaleng bekas karena uang yang ditabung sedikit demi sedikit. Bahkan ia malu jika harus menabung di bank dengan jumlah uang pecahan yang kecil.

“Alasan menabung di kaleng, karena saya tidak berani menabung di Bank. Sebab kalau di bank nabungnya kan banyak, kalau sedikit-sedikit masukin bank kan malu, jadi saya tabung di kaleng. Alhamdulillah tidak ada masalah dan tidak ada yang ganggu,” ujarnya.

Selama bertahun-tahun, ia tak hanya bekerja sebagai kuli panggul, tetapi juga sebagai kuli genteng, batu bata, kuli pasir, dan kuli kayu. Bahkan ia juga harus mengurusi hewan ternak kecilnya. Rutinitas sehari-hari ia lakukan dengan ikhlas hingga akhirnya pada tahun ini ia mendapat panggilan pergi haji dengan sang istri bernama Muntamah (58).

Baca Juga: Sebulan Kekeringan, Warga Tambahagung Terpaksa Mandi Pakai Air Galon

“Tahun 2012 mulai daftar haji, Alhamdulillah langsung dapat nomor kursi. Sebenarnya kalau tidak ada covid, bisa berangkat pada 2021. Tapi karena ada kendala itu, baru bisa berangkat tahun ini,” tuturnya.

Ia menjelaskan, bergabung di kelompok terbang (kloter) 68, calon haji (calhaj) asal Kabupaten Kudus tersebut dijadwalkan berangkat 29 Mei 2024. “Rencana nanti berangkat dari rumah pukul 7.00 WIB dan sampai Pendopo (Kantor Bupati Kudus) pukul 7.30 WIB” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER