31 C
Kudus
Jumat, Februari 20, 2026

Telan Anggaran Rp22,6 M, Perbaikan Ratusan Sekolah Rusak di Kudus Molor

BETANEWS.ID, KUDUS – Proses perbaikan ratusan sekolah yang mengalami kerusakan di Kabupaten Kudus molor. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kompleksitas pekerjaan fisik yang memerlukan tahapan panjang, serta bertepatan dengan bulan puasa dan libur Lebaran.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan, pekerjaan fisik untuk perbaikan sekolah membutuhkan  waktu cukup lama, karena prosesnya juga cukup panjang.

“Perencanaan pekerjaan fisik, seperti pembuatan gambar, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan penentuan spesifikasi, memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan pengadaan barang. Persiapan ini menjadi salah satu penyebab utama molornya proyek rehabilitasi sekolah rusak,” ujar Anggun, beberapa hari lalu.

-Advertisement-

Baca juga: Kunjungi Sekolah Vokasi di Kudus, DWP Kemendikbud Dukung Peningkatan Kualitas

“Jika kontrak ditandatangani sebelum puasa, maka waktu pengerjaan akan terganggu oleh libur tersebut. Makanya, kemudian diputuskan pekerjaan perbaikan sekolah rusak dimulai setelah Lebaran,” imbuhnya.

Rencananya, kata dia, pekerjaan perbaikan sekolah rusak akan dilaksanakan pada April 2024. Namun, prosesnya yang panjang, sehingga pekerjaan tersebut tak kunjung dimulai.

“Untuk anggaran perbaikan sekolah sebenarnya sudah tersedia sejak awal tahun. Pada 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus Rp22,6 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk perbaikan sekolah,” jelasnya.

Anggun merinci, Rp19,8 miliar untuk perbaikan 108 bangunan Sekolah Dasar (SD) dan Rp2,8 miliar untuk 12 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Baca juga: Belajar Kebencanaan Sambil Bermain Ala Anak-Anak TK di BPBD Kudus

“Kendala lain yang memperlambat pekerjaan perbaikan sekolah adalah survei harga material dan penyusunan gambar serta spesifikasi oleh konsultan perencana. Item pekerjaan rehabilitasi sekolah sangat banyak dan tidak bisa digeneralisir, karena setiap sekolah memiliki kondisi kerusakan yang berbeda,” ungkapnya.

Meski molor, Anggun berharap, pekerjaan perbaikan sekolah rusak bisa segera dilaksanakan, agar para siswa bisa belajar dengan nyaman dan tenang.

“Semoga pekerjaan perbaikan sekolah ini dapat segera dilaksanakan. Sebab, setidaknya butuh waktu 60 hari untuk pengerjaan perbaikan sekolah,” harapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER