BETANEWS.ID, PATI – Ribuan warga memadati lokasi di area petilasan Eyang Sukmonyono yang ada di Dukuh Mojosemi, Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, Pati, Rabu (15/5/2023). Mereka bukan hanya dari desa setempat saja, namun banyak juga yang berasal dari luar desa.
Ribuan warga tersebut berdesakan untuk menyaksikan kirab budaya sedekah bumi Dukuh Mojosemi.
Baca Juga: Kirab Pengantin Tebu Tandai Masa Giling PG Rendeng, Target Mampu Produksi 20 Ribu Ton Gula
Pada kesempatan itu, tampak juga delapan gunungan yang berisi hasil bumi yang ikut dikirab dalam acara tersebut.
Begitu gunungan sampai di pertigaan area petilasan Eyang Sukmoyono, tampak warga langsung menyerbu gunungan itu. Bahkan, warga rela jatuh bangun untuk mendapatkan isi gunungan.
Salah satu warga, Narti, yang ikut berebut gunungan itu menyebut, kalau dirinya ikut berebut mendapatkan beragam hasil gunungan yang ada di gunungan itu untuk ngalap berkah.
“Ya untuk keberkahan saja, Pak. Ikut ngalap berkah. Mudah-mudahan rezekinya diberi kelancaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mojoagung, Susilo Budi Haryanto mengatakan, untuk gunungan yang di kirab dalam sedekah bumi tersebut sebanyak delapan.
“Gunungan ini berasal dari masing-masing RT yang ada di Dukuh Mojosemi,” sebutnya.
Baca Juga: Ritual Larung Sesaji Kepala Kerbau jadi Keharusan, Panitia: ‘Kalau Tidak, Sugestinya Ada Korban’
Menurutnya, kirab sedekah bumi yang digelar di Dukuh Mojosemi tersebut, merupakan bentuk kecintaan yang luar biasa dari warga untuk menghormati leluhur atau cikal bakal desa tersebut.
“Ini bentuk kecintaan yang luar biasa dalam menghormati leluhur dan pemerintah desa. Harapannya warga mendapatkan berkah dari Eyang Sukmonyono, yang merupakan cikal bakal desa Mojoagung dan cikal bakal Kabupaten Pati,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

