BETANEWS.ID, KUDUS – Sorak Sorai penonton terdengar saat kedua tim tampil bertanding di lapangan Bung Karno, Kawasan GOR Kudus, Jumat (10/5/2024). Turnamen antar kecamatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Kabupaten (Pengkab) Kudus tersebut menyajikan permainan yang seru. Total hadiah yang diperebutkan dalam ternamen tersebut mencapai Rp50 juta.
Bidang Kompetisi Pengkab PBVSI Kudus, Arif Hidayat mengatakan, turnamen tersebut pertama kali diselenggarakan oleh Pengkab PBVSI Kudus yang disponsori oleh Bank Mandiri. Melalui Bank Mandiri, turnamen tersebut akhirnya diadakan dengan mengakomodir setiap kecamatan untuk maju ke tingkat kabupaten.
Baca Juga: Pakai Pemain Lapis Dua, Persiku Sapu Bersih Kemenangan di 80 Besar Liga 3 Nasional
“Kompetisi atau turnamen piala bergerak untuk Kudus tahun 2024 ini merupakan tahun pertama kali. Ini diselenggarakan oleh Pengkab PBVSI Kudus, yang diparkasai atau disponsori oleh Bank Mandiri,” bebernya saat ditemui sebelum pertandingan.
Menurutnya, turnamen itu di luar kalender PBVSI Kudus. Sebab dalam kalender PBVSI Kudus, menggelar turnamen antar klub secara langsung. Ia mengatakan, dalam kompetisi yang diselenggarakan mulai jumat-Minggu (10-12/5/2024) itu ada sembilan peserta atau sembilan kecamatan yang mengikuti.
“Perbedaannya ada, kalau kalender PBVSI kan antar klub langsung, tapi kali turnamen ini melalui tahapan antar desa di masing-masing kecamatan. Kemudian juara dari masing-masing kecamatan itu maju untuk tingkat kabupaten atau mewakili kecamatan masing-masing,” ungkapnya.
Ia menuturkan, kompetisi tersebut dinilai akan jauh lebih menarik dan seru, sebab berhadiah total Rp50 juta. Dibandingkan pertandingan di tingkat kecamatan yang hanya berhadiah Rp10 juta. Menariknya, turnamen itu dapat mendatangkan pemain luar daerah maksimal tiga orang.
Baca Juga: Kalahkan 757 Kepri Jaya, Persiku Pastikan Lolos ke 32 Besar Liga 3 Nasional
“Dalam pertandingan ini, bebas ngebon pemain masuk ke lapangan dengan jumlah total tiga pemain. Boleh dari atlet tingkat Provinsi, Nasional, bahkan tingkat Internasional. Terpenting, maksim tiga orang yang turun ke lapangan,” tuturnya.
Ia menuturkan, tujuan berlangsungnya turnamen tersebut untuk mencari bibit. Selain itu pertandingan tersebut akan berdampak ke arah minat generasi muda untuk suka dengan bola voli. Ia memperkirakan, tim kuat dalam turnamen tersebut ada tiga tim, yaitu Kecamatan Jati, Gebog, dan Jekulo.
Editor: Haikal Rosyada

