Kebijakan Seragam Pakaian Adat Buat Penjualan Kebaya di Pasar Kliwon Meningkat Hingga 400 Persen

BETANEWS.ID, KUDUS – Kebijakan pemakaian pakaian adat kudusan pada tanggal 23 setiap bulan menjadi berkah tersendiri bagi penjual kebaya di Pasar Kliwon. Aturan yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus tersebut, mulai diberlakukan bulan April 2024.

Salah satu toko di Pasar Kliwon yang menyediakan kebaya, New Krisna, penjualannya meningkat 300 hingga 400 persen. Hal itu disampaikan oleh Dewi saat ditemui di tokonya yang berada di Blok A lantai satu. Menjelang tanggal 23 April kemarin, pembeli banyak yang mencari kebaya mulai dari ukuran TK, SD, SMP, hingga dewasa.

Baca Juga: Pengelolaan Sampah di Kudus Amburadul, Dewan Minta Kepala Dinasnya Belajar Lagi

-Advertisement-

“Menjelang tanggal 23 memang selalu ada yang nyari pakaian kebaya. Tapi kemarin membludak, ternyata ada kebijakan baru, anak sekolah diharuskan memakai pakaian itu (adat kudusan),” bebernya, Rabu (24/4/2024).

Sehingga penjualan kebaya di tokonya ramai diburu pembeli. Dimana setiap bulannya sebelum penetapan kebijakan tersebut, tokonya bisa menjual hanya lima lusin kebaya. Kali ini sanggup menjual hingga 15-20 lusin. Bahkan pihaknya sampai menolak pembeli, karena stok yang sudah habis.

“Sejak buka 16 April mulai ada yang cari. Cuma stoknya kan masih limit, jadi seadanya dulu. Jadi kita mengambil lagi, cuma barang dari Jakarta agak telat, jadi kita kewalahan banyak nolak customer,” ujarnya warga Kecamatan Mejobo tersebut.

Meski setiap menjelang tanggal 23 selalu ada permintaan kebaya, namun kali ini pihaknya tak siap dengan stok kebaya yang melimpah. Hal itu dikarenakan pihaknya tak mengetahui adanya penerapan kebijakan pakaian adat kudusan sebagai seragam sekolah setiap tanggal 23.

“Sekarang ini mulai banyak penambahan pembeli untuk anak-anak, SD dan SMP. Tapi kan stoknya yang agak kewalahan, karena kemarin kan juga habis lebaran, sehingga stok masih tinggal beberapa saja,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, ramainya pembeli memuncak di hari Sabtu-Minggu (20-21/4/2024). Selain menyediakan kebaya warna putih, ada juga warna lain, seperti hitam dan krem yang banyak dicari.

“Terutama hari Sabtu dan Minggu kita kehabisan, tapi Alhamdulillah banyak juga yang mencari warna selain putih. Kalau biasanya kan memang warna putih ya. Jadi kita punya stok tambahan, warna hitam dan krem juga banyak yang minat,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk kebaya ia patok dengan harga bervariasi. Untuk kebaya dewasa harga Rp150-160 ribu, sementara untuk anak-anak Rp130-140 ribu, tergantung ukuran. Ia menuturkan, semua ukuran merata dicari pembeli, sehingga stoknya habis tak tersisa.

Baca Juga: Tak Lagi Jadi Bupati Kudus, Hartopo Kini Aktif Ngegym dan Tekuni Lagi Bakulan

Salah satu pembeli, Sofi mengaku membeli dua kebaya, yaitu kebaya anak dan kebaya dewasa. Menurutnya, kebaya tersebut merupakan pesanan orang lain atau mau dijual kembali.

“Secara pribadi kebijakan pemakaian pakaian adat kudusan untuk seragam tidak masalah,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER