BETANEWS.ID, JEPARA – Berdasarkan hasil pemantauan independen yang dilakukan oleh Yayasan Perempuan Mandiri Jepara (YPMJ), keterlibatan perempuan sebagai peserta yang lolos Pemilu tahun 2024 hanya sebesar 18 persen.
Murniati, Ketua YPMJ mengatakan dari 50 anggota DPRD Kabupaten Jepara, hanya sembilan orang yang berhasil lolos sebagai anggota legislatif pada tahun ini.
Baca Juga: Sempat Hilang, Jasad Lansia di Jepara Ditemukan Meninggal di Sungai
Meskipun pada saat masih berstatus sebagai Daftar Calon Tetap (DCT) anggota DPRD Jepara, keterwakilan perempuan sudah memenuhi syarat ambang batas yaitu 38,6 persen. Dari 588 DCT, 277 Calon Anggota Legislatif (Caleg) diisi oleh perempuan, dan sisanya 361 Caleg oleh laki-laki.
“Hal ini menunjukkan bahwa kontestasi politik antara laki-laki dengan perempuan di Kabupaten Jepara masih di dominasi laki-laki. Meskipun begitu target 30 persen keterlibatan perempuan sudah terpenuhi,” katanya dalam pesan tertulis yang diterima Betanews.id, Rabu (3/4/2024).
Untuk itu ia menyarankan kepada partai politik agar mengadakan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya partisipasi perempuan sebagai peserta Pemilu.
Sedangkan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, ia mendorong agar terdapat upaya pemberdayaan ekonomi bagi perempuan. Sehingga beberapa hambatan, seperti akses ekonomi tidak menghalangi langkah perempuan yang ingin berkontestasi dalam Pemilu.
“Selain itu kita juga berharap agar program peningkatan kapasitas diri perempuan dan advokasi dapat didukung oleh semua pihak, baik pemerintah, Parpol, maupun masyarakat itu sendiri,” ujarnya.
Selain merilis hasil partisipasi perempuan sebagai peserta Pemilu, ia juga merilis partisipasi perempuan sebagai penyelenggara dan pengawas Pemilu.
Sebagai penyelenggara Pemilu, keterlibatan perempuan dalam badan adhoc menurutnya tidak hanya sekedar menjadi tuntutan atas prinsip kesetaraan gender tetapi juga sebagai strategi yang relevan dalam menghadapi dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks.
“Hasil tingkat partisipasi perempuan sebagai penyelenggara Pemilu sebesar 47,8 persen,” katanya.
Baca Juga: Mudik Lebaran, Ratusan Ribu Kendaraan Diprediksi Bakal Masuk ke Jepara
Sedangkan untuk pengawas Pemilu, ia menilai tingkat partisipasi Perempuan tergolong rendah, sebab masih didominasi oleh laki-laki. Hal tersebut menurutnya juga menjadi tantangan bagi pengawas Pemilu kedepannya.
“Tingkat partisipasi Pengawas Perempuan hanya 23,4 persen, sedangkan sisanya 76,6 persen diisi laki-laki,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

