Sepekan Jelang Lebaran, Harga Sayur hingga Bawang Merah di Jepara Mulai Naik

BETANEWS.ID, JEPARA – Sepekan menjelang Hari Raya Idulfitri, harga komoditas bahan pokok di Pasar Tradisional di Kabupaten Jepara mulai mengalami kenaikan. Menurut salah satu pedagang Pasar Jepara 2, Isnanto (55), yang mengalami lonjakan harga cukup tinggi yaitu sayur dan bawang merah.

“Tomat yang tadinya Rp26 ribu sekarang jadi Rp 32 ribu, terus bawang merah sebelum naik sekilo Rp35 ribu, sekarang Rp46 ribu. Kalau untuk harga cabai ini masih stabil,” katanya, Selasa (2/4/2024).

Isnanto memperkirakan, naiknya harga komoditas tersebut akibat banyak lahan pertanian yang terendam banjir terutama di daerah Demak dan Purwodadi, sehingga stok barang menjadi berkurang. Menurutnya, kenaikan ini akan terus terjadi hingga Lebaran.

-Advertisement-

Baca juga: Stabilkan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran, Pemkab Jepara Kembali Adakan GPM

Komoditas yang masih mengalami kenaikan yaitu minyak goreng. Untuk harga minyak goreng curah Rp17.500 per liter, dan minyak goreng kemasan di rata-rata harga Rp16 ribu per kemasan.

Sedangkan untuk komoditas lain, sudah ada yang mengalami penurunan harga, seperti beras dan telur. Untuk harga beras super lokal saat ini Rp14 ribu per kilogram dan beras medium Rp13 ribu per kilogram. Sementara untuk harga telur rata-rata Rp26-27 ribu per kilogram.

Belum stabilnya harga komoditas bahan pokok membuat para pedagang tidak berani menyetok barang dalam jumlah banyak. Salah satunya adalah Erwan (42). Menurutnya, naiknya harga sayur seperti, sawi putih yang saat ini mencapai Rp10 ribu per kilogram, membuatnya terpaksa mengurangi stok barang.

“Kalau sawi putih ini sudah lama naik, biasanya cuma Rp5-8 ribu, sekarang Rp10 ribu. Kalau biasanya sehari ambil dua keranjang, sekarang ambil cuma satu keranjang aja,” katanya.

Baca juga: Rini Pusing, Menjelang Lebaran Harga Bahan Pokok Jadi Labil

Salah satu pembeli, Isti (52) Warga Kelurahan Pengkol, Kecamatan/Kabupaten Jepara bercerita, akibat naiknya harga bahan pokok, ia terpaksa beralih menggunakan bumbu instan untuk memasak.

“Beli bumbunya di kurangi, biasanya belanja bawang merah setengah kilogram, sekarang seperempat. Soalnya kalau beli banyak uangnya yang nggak ada, kalau masak, ya, kadang diganti pakai bumbu instan,” ujarnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER