BETANEWS.ID, PATI – Di salah satu sudut kafe yang berada di Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 7B Pati, sore itu tampak seorang seniman sedang menuangkan ide briliannya di atas sebuah kanvas menjadi sebuah lukisan. Tak jauh darinya, sebuah sepeda motor Honda Astrea Grand yang dipasangi dengan sejumlah benda menjadi sebuah karya seni instalasi yang mengambil tema Kurir Paket dari Neraka.
Sementara di bagian dalam gedung kafe, puluhan lukisan terpampang di dinding, yang sore itu, menjadi pusat perhatian pengunjung kafe. Lukisan-lukisan itu, merupakan karya seniman lintas generasi asal Kabupaten Pati dan sekitarnya.
Sore itu, Funtriv Coffee Hub yang lokasinya tidak jauh dari Gedung DPRD Pati disulap menjadi tempat instalasi seni. Ini merupakan salah satu cara yang unik yang digagas oleh Seniman Pati untuk menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit. Mereka menggelar pameran seni rupa dan live music yang dibalut dengan acara NgabubuArt.
Baca juga: Catatkan Sejarah, Masjid Agung Pati Adakan Ngaji Budaya dan Bakal jadi Rujukan
”Kegiatan ini diprakarsai oleh PAW Workshop Studio. Kita sering ngumpul dan tertarik dengan seni lukis, sehingga menggelar kegiatan ini yang bertema NgabubuArt. Memberikan warna berbeda untuk menunggu berbuka puasa,” ujar Panitia, Fandy Putratama.
Ia menyebut, acara tersebut berlangsung selama dua hari, yakni pada 30 hingga 31 Maret 2024. Setidaknya, ada 40 karya seni lukis dari 40 seniman di Kabupaten Pati dan sekitarnya yang dipamerkan dalam kegiatan itu.
Selain itu, NgabubuArt tersebut juga menyuguhkan totebag workshop, live music hingga talkshow.
”Ada bedah buku juga. Seniman dari generasi Gen-Z hingga senior juga berpartisipasi. Seniman Kudus juga ada. Dari Seniman jalanan sampai akademisi,” ungkapnya.
Baca juga: Pj Bupati Larang Warga Pati Takbir Keliling di Jalan Raya
Salah satu guru seni asal Kabupaten Pati, Indra, menyambut baik gelaran pameran seni ini. Menurutnya, NgabubuArt memberikan wadah kepada pelukis pemula hingga senior untuk berkumpul bersama menghidupkan seni rupa di Pati.
”Acara ini bagus sekali. Ada pembaharuan pameran seni. Jiwa mudanya kelihatan. Menarik dan membuat semangat lagi untuk berkarya,” kata Guru Seni di salah satu SMA tersebut.
Editor: Ahmad Muhlisin

