31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Pilih Ternak Kerbau Ketimbang Sapi, Rokhim Terinspirasi Ajaran Sunan Kudus

BETANEWS.ID, PATI – Siang itu Rokhim (23) terlihat sibuk memberikan makan puluhan kerbau yang berada di kandang miliknya. Beberapa ikat daun jagung yang dijadikan makanan kerbau itupun ludes dalam beberapa menit.

Ia pun kemudian membersihkan kotoran-kotoran kerbau dengan menyemprotkan air ke bagian lantai kandang. Tak berselang lama, satu mobil truk datang ke kandangnya. Rokhim pun kemudian mengeluarkan satu kerbau dari kandang untuk dinaikkan ke truk.

Rokhim sedang mengangkut kerbau untuk dikirim ke pembeli. Foto: Kholistiono

“Ini mau dibawa ke peternak di Kudus. Pasar kita paling banyak memang ke Kudus. Di sana itu kan memang yang banyak ternak kerbau daripada sapi. Karena ada kepercayaan bahwa masyarakat Kudus dilarang untuk menyembelih sapi,” ujar pemuda bernama lengkap Kholifaturrokhim.

-Advertisement-

Baca juga: Dari Rugi Puluhan Juta hingga Bisa Beli Tanah, Ini Kisah Azka Rintis Peternakan Sapi

Larangan menyembelih sapi itu berasal dari Sunan Kudus, yaitu tokoh Walisongo yang berdakwah di wilayah Kudus. Dalam dakwahnya, ia melarang masyarakat menyembelih sapi saat Hari Raya Iduladha.

Dalam Islam, sapi termasuk hewan yang sah untuk dijadikan kurban, bersama dengan kambing atau domba dan unta. Namun, Sunan Kudus meminta masyarakat agar menyembelih kerbau.

Alasan Sunan Kudus memutuskan melarang untuk menyembelih sapi pada saat pelaksanaan Hari Raya Iduladha di wilayah Kudus dan sekitarnya, karena untuk menghargai pengikut Hindu dan Buddha di wilayah Kudus.

Ajaran Sunan Kudus soal larangan menyembelih sapi bagi masyarakat Kudus itu menginspirasi Rokhim untuk lebih mengembangkan ternak kerbau. Sebab, dirinya sudah memiliki pasar yang jelas untuk penjualannya, yakni di Kudus.

Baca juga: Demi Jadi Peternak Kambing, Tikno Rela Tinggalkan Bisnis Odong-Odong yang Sudah Mapan

“Sukolilo ini pasarnya adalah Kudus. Yang di sana awalnya agamanya adalah Hindu, yang oleh Sunan Kudus tidak diperkenankan untuk menyembelih sapi. Sapi adalah hewan suci, jadi cenderung ke kerbau. Makanya kita cenderung jual beli hewan kerbau,” kata warga Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Pati.

Tak cuma itu, harga jual kerbau yang relatif lebih mahal dari sapi juga menjadi faktor dirinya lebih memilih untuk beternak kerbau.

“Harga cenderung mahal kerbau, selisih Rp2 juta sampai Rp3 juta. Kalau sapi mungkin Rp19 juta, dengan ukuran yang sama, kerbau itu bisa sampai Rp23 juta. Jadi perbedaannya cukup signifikan,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER