BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah pembeli terlihat antre di sekeliling gerobak penjual gorengan di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, tepatnya depan Museum Kretek. Mereka dilayani oleh seorang pria yang tampak sigap menggoreng dan mewadahi gorengan secara bergantian.
Pria bernama Hartono (54) itu baru saat Ramadan ini jualan di sana. Biasanya, ia berjualan gorengan secara keliling sejak 2008 lalu di sekitar SMA NU Al-Ma’ruf. Di tempatnya, ia menyediakan enam varian gorengan, yaitu mendoan, tahu sayur, risol, molen, bakwan, dan martabak.
“Biasanya ada tahu petis juga. Sebenarnya kurang lengkap gorengane. Semua varian dibanderol dengan harga Rp1 ribu per biji,” ujarnya saat ditemui, pada hari Senin 25/03/2024 lalu.
Baca juga: Berburu Takjil di Kampung Ramadan Masjid At-Taqwa Jati Kulon
Setiap harinya, dirinya bisa menghabiskan lima kilogram adonan gorengan. Menurutnya, penjualan saat Ramadan maupun hari biasa terbilang masih sama.
“Kalau habis berapa ratus gitu, nggak tahu, ya. Tapi biasanya buat adonan lima kilogram. Tiga setengah kilogram buat adonan gorengan tahu jumlahnya sekitar 240 biji,” ucap laki-laki kelahiran Jawa Barat itu.
Di hari biasa, Hartono jualan mulai pagi sampai habis, sedangkan saat Ramadan mulai pukul 15.00 WIB sampai habis.
Baca juga: Ngabuburit Seru di Pasar Ramadhan Aksara Food Court yang Tawarkan 100 Menu
Salah seorang pembeli, Ajid, mengaku suka beli gorengan. Menurutnya, gorengan menjadi salah satu jajanan favoritnya saat berkumpul dengan teman-temannya.
“Emang sering beli gorengan sih, kayak buat camilan pas lagi ngobrol dan ketemu sama teman-teman. Ngopi ditambah makan gorengan,” kata laki-laki asal Demak itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

