Wisata Edukasi di Museum Jenang, Pengunjung Diajak Nostalgia Kudus Tempo Dulu

BETANEWS.ID, KUDUS – Diorama pembuatan jenang dengan metode tradisional menyambut mata ketika memasuki tempat wisata edukasi Museum Jenang Kudus yang tepatnya berada di Jalan Sunan Muria, Desa Glantengan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Di seberangnya juga tampak alat modern yang digunakan dalam pembuatan jenang.

Tak kalah menyita perhatian, di tengah-tengah ruangan tampak miniatur menyerupai menara Kudus. Tak berhenti di sana, ketika masuk dan mulai berkeliling pengunjung juga akan disambut dengan miniatur-miniatur lain seperti permainan tradisional, peralatan tradisional, omah kapal, kaligrafi berbentuk bunga, stasiun, omah kembar dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Kolam Renang Kampung Kuto Tak Pakai Kaporit Lho, Airnya Pasti Lebih Sehat dan Segar 

-Advertisement-

Muhammad Kirom, Marketing Manajer Jenang Mubarok mengungkapkan, yang membedakan museum jenang dari tempat wisata lain adalah para pengunjung bisa mendapati dan melihat berbagai edukasi peradaban Kudus dari masa ke masa.

“Dengan sentuhan yang artistik dan memberikan gambaran maha karya para putra Kudus, khususnya dalam kaligrafi. Dan mereka juga diajak untuk lebih banyak mengenal filosofi-filosofi gusjigang, para ulama di Kudus dan banyak lagi,” terang Kirom saat ditemui beberapa waktu lalu.

Spot-spot yang ditampilkan juga beragam mulai dari miniatur menara kudus sebagai ikon kota Kudus, rumah adat, omah kapal, omah kembar dan masih banyak lagi. Dan yang terbaru ada koleksi mainan anak dan alat masak tempo dulu. Memang pengunjung diajak untuk bernostalgia seakan-akan menikmati Kudus tempo dulu, lanjut Kirom.

“Jadi, awal mulanya kami mendirikan museum jenang itu untuk menceritakan perjalanan panjang dari generasi ke generasi jenang kudus mubarok. Mulai dari perjalanan produksi secara tradisional hingga sekarang yang menggunakan mesin,” katanya.

Baca Juga: Liburan Seru di Kampung Kuto, Bisa Belajar Bertani hingga Outbond yang Asyik 

Sehingga, kami ingin mengajak khususnya warga Kudus untuk melestarikan dan mengenal makanan khas yakni jenang. Sehingga, spot-spot tersebut tidak bisa untuk dilewati, lanjutnya.

“Karena spot-spot fotonya yang sangat menarik seperti mengolah jenang, membatik, galeri kaligrafis berskala internasional, surat Al ikhlas berbentuk matahari, kemudian galeri Al Quran. Jadi, setiap spot tidak bisa dilewati begitu saja,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER