BETANEWS.ID, KUDUS – Banjir di ruas Jalan Kudus-Purwodadi, sepanjang Desa Tanjungkarang hingga Desa Jetis Kapuan berangsur surut. Hari ini, Rabu (20/3/2024) ketinggian banjir di jalan utama yang menghubungkan dua Kabupaten yakni Kudus dan Grobogan itu tinggal 60 centimeter.
Salah satu warga, Bari mengatakan, banjir di sana saat ini sudah mulai ada penurunan ketinggian air. Hal itu terlihat saat tiga hari lalu ia tak berani melewati jalan tersebut menggunakan motor, sedangkan perhari ini bisa melewatinya.
Baca Juga: Komentari Jasa Angkut Motor, Warga: ‘Rp50 Ribu Kemahalan, Mending Buat Jajan’
“Ini sudah surut banjir di sini (Desa Tanjungkarang), kira-kira penurunan air sekitar 10 centimeter. Surutnya air di sini mulai dua hari lalu. Sehingga ini bisa lewat jalan ini,” bebernya saat ditemui sembari istrirahat dan memasnasi motornya, Rabu (20/3/2023).
Menurutnya, ketinggian air yang menggenangi jalan tersebut saat ini berkisar antara 30-60 centimeter. Pria yang beralamat Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu menerbang banjir untuk bertemu dan berkunjung ke tempat anaknya yang berada di Jati.
Hal senada juga dikatakan oleh pengendara lain, Nooryanto. Katanya, banjir yang menggenangi sepanjang Jalan Kudus-Purwodadi itu, saat ini sudah mulai surut. Penurunan air di ruas jalan tersebut lantaran selama dua hari terakhir sudah tidak ada hujan.
“Sekarang ada penurunan sedikit mas karena sudah tidak hujan. Untuk ketinggian air saat ini antara 50-60 centimeter. Ini tadi sengaja saya dorong, supaya mesin aman tidak kemasukan air,” terangnya.
Baca Juga: 150 Ha Sawah Siap Panen Terendam Banjir, Petani Undaan Lor Kudus Merugi Hingga Rp7,5 M
Ia menyebut, banjir di ruas jalan tersebut diklaim parah dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab, di tahun ini ia terpaksa libur selama tiga hari, akibat banjir yang menggenangi jalan tersebut. “Kalau (tahun) kemarin masih bisa lewat, tapi sekarang tidak bisa, jadi kemarin libur kerja tiga hari,” jelasnya.
Sementara, warga Desa Kalirejo yang ingin mendampingi anaknya yang sudah dirawat di rumah sakit terpaksa menerjang banjir di sana. Dengan mendorong motor matic-nya, dia takut kendaraan yang dikendarai mogok ditengah jalan.
Editor: Haikal Rosyada

