BETANEWS.ID, KUDUS – Kondisi air di Bendung Wilalung tampak penuh hingga melimpas dari beberapa pintu air. Debit air itu sudah melebihi batas maksimal daya tampung, yaitu 1.100m³/detik.
Operator dan Pemelihara Bendung Wilalung, Arsha Fani Putra Pradana, mengatakan, overloadnya debit air di Bendung Wilalung itu sudah terjadi mulai kemarin, Jumat (15/3/2024) pukul 12.00 WIB.
“Hingga saat ini kondisi debit masih overload, artinya debit air sudah tidak bisa diukur lagi dengan tabel yang tertera,” katanya, Sabtu (16/3/2024).
Baca juga: Debit Air Bendung Wilalung Capai 1.040M³/Detik, Pintu Arah Sungai Juwana Dibuka 35 Cm
Arsha menuturkan, kondisi air di Bendung Wilalung sudah melimpas ke jembatan atau di pintu nomor 10 dan 11 ke arah Sungai Wulan. Arus deras limpasan air itu sangat membahayakan bagi pengguna yang melewati jalan tersebut.
“Untuk elevasi walking tanggul di Bendung Wilalung saat ini di angka 219 centimeter atau dengan tinggi jagaan hanya tinggal 19 centimeter,” ujarnya.
Dia mengatakan, Bendung Wilalung yang sudah berusia ratusan tahun itu masih kuat dan kokoh untuk mengendalikan debit air, meski trennya naik. Namun, pihaknya menghimbau agar masyarakat daerah hilir tetap waspada.
Dengan kondisi tersebut, pintu bukaan yang diarahkan ke Sungai Juwana ditambah 10 centimeter lagi menjadi 45 centimeter.
Baca juga: Terlalu Rendah, Tanggul Desa Undaan Lor Kudus Ditinggikan
“Pembukaan dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB, atas permintaan Bupati Demak yang sudah berkoordinasi dengan pihak BBWS Pemali Juwana,” tuturnya.
Permintaan penambahan pembukaan pintu di Bendung Wilalung itu, lanjut Arsha, lantaran Bupati Demak miris melihat kondisi tanggul yang sempat jebol satu bulan lalu di Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Demak.
Editor: Ahmad Muhlisin

