BETANEWS.ID, KUDUS – Banjir menggenangi Jalan Mejobo Kabupaten Kudus yang merupakan jalur alternatif Kudus-Pati. Banjir terjadi di Perempatan Mejobo dengan ketinggian kurang lebih 45 centimeter. Akibatnya banyak motor yang melintas mogok.
Terlihat beberapa motor-motor matik bongsor tampak tersendat kala menerjang banjir yang menggenangi Jalan Mejobo. Sementara motor trail terlihat aman-aman saja menerjang banjir dengan ketinggian kurang lebih selutut.

Namun, pemandangan berbeda kala motor bebek pengeluaran lama melintas menerjang banjir. Motor tersebut banyak yang mogok. Hal yang sama juga terjadi kala motor matik kecil melintas, juga banyak yang mogok.
Baca juga: Pedagang Keluhkan Pasar Wates Kudus Setiap Hujan Deras Selalu Tergenang
Satu di antaranya yang motornya mogok adalah Sunarman. Warga Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo yang pulang dari berbelanja di pasar itu terpaksa menuntun motornya kala menerjang banjir.
“Mogok ini, Mas. Motorku nggak kuat nerjang banjir kemudian di tengah-tengah perjalanan terus mogok,” ujar Sunarman kepada Betanews.id saat ditemui di jalan Perempatan Mejobo, Kamis (14/3/202).
Sunarman terpaksa harus menerjang banjir karena jalan tersebut merupakan akses satu-satunya dari rumahnya yang berada di Golantepus ke Pasar Brayung. Menurutnya, saat berangkat jalan tersebut sudah kebanjiran tapi belum tinggi.
“Tadi pas berangkat kami juga lewat sini masih bisa. Mungkin, air belum begitu tinggi, tapi sekarang sudah tinggi jadi motor mogok,” ungkapnya.
Baca juga: Jalan Alternatif Pati-Rembang di Glonggong Jakenan Terendam Banjir hingga 2 Km
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Mejobo, Sueb Jamalludin, menyampaikan, banjir di desanya terjadi sejak Rabu petang sekira pukul 19:00 WIB. Banjir disebabkan curah hujan tinggi sehingga menyebabkan Sungai Piji dan Dawe meluap.
“Ketinggian banjir kurang lebih 50 centimeter hingga 60 centimeter. Sementara rumah yang terdampak kurang lebih ada 500 rumah,” ujarnya.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada warganya yang mengungsi. Dia pun berharap, hujan segera reda dan banjir segera surut.
“Semoga hujan segera reda dan terang, dan semoga banjir lekas surut,” harapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

