BETANEWS.ID, KUDUS – Pasar Wates di Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus tergenang kurang lebih 20 centimeter. Genangan tersebut pun dikeluhkan pedagang karena mengganggu aktivitas jual beli.
Pantauan di lokasi, air menggenangi Pasar Wates bagian belakang. Air itu terlihat keruh dengan warna kehitaman, serta baunya juga tak sedap.

Salah satu pedagang, Muhamad Rizal, menyampaikan, setiap hujan deras Pasar Wates bagian belakang pasti kebanjiran. Untuk saat ini, genangan itu sudah terjadi beberapa hari lalu dan belum juga surut.
Baca juga: Jalan Tanjungkarang yang Sempat Ditanami Pisang Kini Sudah Diperbaiki
“Biasanya lama surutnya. Sangat mengganggu aktivitas jual beli di pasar. Sebab selain tergenang, airnya juga keruh dan bau,” ujar Rizal saat ditemui di Pasar Wates, Rabu (13/3/2024).
Menurut Rizal, genangan air tersebut terjadi karena saluran air tersumbat, sehingga ketika hujan deras pasti terjadi genangan. Dia pun berharap dinas terkait segera melakukan perbaikan.
“Harapannya, pemerintah segera memperbaiki saluran air agar kembali lancar. Sehingga, ketika ada hujan deras tak ada lagi genangan dan tak mengganggu aktivitas jual beli di pasar,” harapnya.
Dihubungi terpisah, Kabid Pengelolaan Pasar, Dinas Perdagangan Kudus, Albertus Harys Yunanto mengatakan, genangan air di Pasar Wates ketika hujan itu dikarenakan lokasinya yang cekung. Sehingga, ketika hujan air tak bisa keluar dan kemudian terjadi genangan.
Baca juga: Mohon Bersabar, Butuh 1 Jam Setengah untuk Lewati Kemacetan di Jembatan Kalirejo Kudus
“Itu merupakan penyakit lama. Sudah dari dulu kala, ketika hujan deras, Pasar Wates bagian belakang selalu tergenang,” ujar Harys melalui sambungan telepon, Rabu (13/3/2024).
Dia mengungkapkan, rencananya tahun ini akan dilakukan perbaikan. Untuk teknisnya, nanti di tim perencanaan agar Pasar Wates tak lagi tergenang ketika hujan deras turun.
“Untuk anggarannya kurang lebih Rp900 juta. Pengerjaan akan dimulai setelah Lebaran,” jelasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

