BETANEWS.ID, JEPARA – 50 umat Hindu di Pura Giri Tungka, Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara bersuka cita merayakan Hari Raya Galungan. Hari Raya Keagamaan bagi umat Hindu tersebut merupakan kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (Kejahatan).
Sebelum memulai sembahyang Galungan pemangku agama Hindu terlebih dahulu melakukan prosesi mecaru.
Baca Juga: Jika Berjalan Lancar, Kasus UU ITE yang Jerat Daniel Bakal Diputus 4 AprilÂ
Sesajen berupa ayam yang sudah disembelih. Gunungan berbentuk nasi dengan empat macam warna yaitu putih, hitam, kuning, dan merah. Canang berisi hasil bumi, ketupat, beras, dan minuman berupa air nira, arak, atau air tape sudah terlebih dahulu disiapkan di meja sesaji.
Parsini, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Jepara menjelaskan Mecaru merupakan sebuah prosesi untuk menetralisir roh jahat agar tidak mengganggu umat Hindu yang akan melakukan sembahyang Galungan.
Usai melakukan proses Mecaru, pemangku agama masuk ke dalam Pura untuk memimpin sembahyang Galungan. Umat Hindu yang hadir kemudian mengalunkan tembang macapat berupa Kidhung Pangkur dan Sinom.
“Makna dari Galungan ini merupakan kemenangan dari Dharma (Kebaikan) melawan Adharma (Kejahatan). Galungan ini juga moment yang bagus untuk introspeksi diri. Jadi sekuat apapun kejahatan akan menang atau dikalahkan oleh kebenaran,” katanya pada Rabu (28/2/2024).
Sebelum dimulainya sembahyang Galungan, Umat Hindu juga sudah terlebih dahulu melakukan prosesi untuk membersihkan diri baik secara lahir maupun batin. Sembahyang Galungan dimulai sejak pagi dan harus selesai sebelum jam 12 siang.
Setelah memperingati Hari Raya Galungan, umat Hindu kemudian akan bersiap untuk memperingati Hari Raya Nyepi. Di mana prosesinya akan dimulai pada Jum’at depan (1/3/2024) dengan mengadakan bakti sosial.
Baca Juga: Eksepsi Ditolak, Kuasa Hukum Daniel: ‘Saya Khawatir Nasib Pejuang Lingkungan ke Depan’Â
Adapun kegiatan yang dilakukan yaitu dengan membersihkan lingkungan tempat ibadah dan lingkungan di sekitar rumah. Dilanjut dengan pembagian beras kepada umat yang membutuhkan dan ditutup dengan kegiatan donor darah.
“Dan di hari Minggu besok juga akan dilakukan Upacara Melasti bagi Umat Hindu di Pantai Tirta Samudera Bandengan, sebagai salah satu rangkaian memperingati Hari Raya Nyepi,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

