BETANEWS.ID, KUDUS – Tradisi Dandangan akan digelar mulai tanggal 1 Maret 2024. Berbeda dengan sebelumnya yang lebih mengutamakan target ekonomi, gelaran Dandangan kali ini akan lebih diperkuat sektor kebudayaannya.
Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Muhamad Hasan Chabibie, menyampaikan, Tradisi Dandangan sebetulnya adalah proses kebudayaan yang diwariskan oleh Kanjeng Sunan Kudus, di mana masyarakat menunggu datangnya Bulan Suci Ramadan dengan riang gembira.
“Tradisi Dandangan ini juga sudah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) nasional. Artinya, gelaran tradisi Dandangn ini levelnya sudah nasional,” ujar Hasan kepada Betanews.id di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, belum lama ini.
Baca juga: Tradisi Dandangan Akan Tempati 7 Ruas Jalan, Ini Titik dan Pengalihan Arus Lalu Lintasnya
Oleh karena itu, lanjut Hasan, unsur kebudayaan akan diletakkan secara proposional pada gelaran Tradisi Dandangan tahun ini. Pelaksanaannya pun akan dipusatkan di sekitar Menara Kudus.
“Di acara Dandangan unsur kebudayaan akan kita perkuat. Tentunya di luar aktivitas lain, mungkin event-event maupun ekonomi kerakyatan,” bebernya.
Hasan meyakini, Tradisi Dandangan akan mampu menyedot animo masyarakat untuk datang, sehingga akan ada orang berjualan dan terjadi interaksi jual beli.
“Ketika ada aktivitas jual beli, maka perekonomian pun akan menggeliat,” ungkapnya.
Baca juga: Meriahnya Dandangan 2024, Dibuka Habib Ja’far, Ditutup Azzahir
Hasan juga mengaku sudah memberikan intruksi kepada Dinas Perdagangan (Disdag) agar Dandangan tahun ini benar-benar bisa mengakomodir pedagang kaki lima (PKL) lokal, agar para PKL Kudus tak jadi penonton saja ketika gegap gempita Tradisi Dandangan berlangsung.
“Yang kita harapkan pedagang kudus lebih mendapatkan porsi di event Dandangan di tahun 2024. Dandangan ini harus bisa lebih mengakomodir pedagang lokal, tidak sebaliknya,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

