Ada 507 Pasien DBD di Jepara, 9 Meninggal

BETANEWS.ID, JEPARA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara mencatat, mulai awal tahun hingga 22 Februari 2024 terdapat 507 kasus pasien DBD.

436 pasien dinyatakan suspect atau masih tersangka DBD, 62 pasien positif DBD, dan sembilan pasien tidak tertolong atau dinyatakan meninggal.

Baca Juga: Belajar Otodidak, Siapa Sangka Bisnis Lampion Suprianto Bertahan 22 Tahun

-Advertisement-

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara meminta kepada seluruh stakeholder terkiat untuk terus menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk.

Seluruh petinggi atau lurah, kepala Puskesmas, pimpinan rumah sakit, organisasi profesi, dan kepala perangkat daerah juga diundang dalam rapat koordinasi penanganan dan pemberantasan penyakit DBD yang berlangsung pada Sabtu (24/2/2024) di Pendopo Kartini, Kabupeten Jepara.

“Dari sini langsung action PSN-nya. Jangan mengumpulkan lagi unsur di bawah. Nanti malah action-nya nggak jalan-jalan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Edy Sudjatmiko yang mewakili Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta.

lebih lanjut ia mengatakan bahwa meskipun fogging atau pengasapan tidak menjadi upaya yang efektif, namun apabila langkah tersebut dibutuhkan untuk meningkatankan kesadaran masyarakat, maka segera dilakukan.

“Meski fogging bukan solusi terbaik, jika memang diperlukan untuk memberi sugesti kepada masyarakat, lakukan. Tapi PSN harus benar-benar jalan. Pak Camat dan Pak Petinggi silakan berdayakan masyarakat untuk mengaktifkan jumantik (juru pemantau jentik) dalam diri masing-masing warga dan keluarga,” tambahnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Jepara, Dr. Eko Cahyo Puspeno yang mewakili Kepala Dinkes mengatakan saat ini kondisi DBD di Jepara sebagai “situasi yang menghawatirkan”. Sebab dengan total 507 pasien yang saat ini terjangkit penyakit DBD, jumlah tersebut sama dengan jumlah kasus DBD sepanjang tahun 2023.

Baca Juga: Jelang Bulan Puasa, Pengrajin Lampion Jepara Mulai Kebanjiran Pesanan

“Saat ini rumah sakit penuh dengan pasien, bahkan meluber sampai UGD (unit gawat darurat). Ada kalanya di UGD antri sampai sepuluh pasien,” katanya.

Untuk mencegah agar kasus DBD tidak semakin merebak, ia berpesan agar masyarakat rutin melakukan PSN seminggu sekali dan dilakukan secara serentak.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER