BETANEWS.ID, DEMAK – Banjir yang merendam wilayah Ngemplik Wetan, Rt 01/Rw02, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak sudah mulai surut pada Selasa (13/2/2024).
Air surut sekitar 15-20 centimeter dibanding hari pertama yakni pada hari Jumat (09/2/2024).
Baca Juga: Korban Banjir Demak Mulai Selamatkan Motor yang Terendam Banjir Hampir Sepekan
Abdul Malik (46) Perangkat Desa Ngemplik Wetan mengatakan, sebelumnya banjir di desanya sempat mencapai ketinggian hingga di atas lutut orang dewasa.
“Sementara yang ada di bagian barat ketinggian air mencapai 1-2 meter. Alhamdulillah yang di daerah sini sudah mulai surut,” terang Abdul.
Abdul menuturkan air yang masuk ke desanya disebabkan sungai Jeratun yang mengarah ke arah timur pada Rabu pagi sekitar pukul 10.00 WIB jebol.
Menurutnya, air awalnya masuk ke sawah-sawah dahulu sebelum akhirnya masuk ke perkampungan warga.
“Awalnya banjir tidak terasa karena kan air bisa dibuang ke pembuangan air yang bisa menampung banyak ya. Namun, diperparah dengan jebolnya tanggul sungai wulan (lusi) di dukuh Norowito sekitar pukul 03.00 dini hari,” beber Abdul.
Debit air yang cukup besar mengakibatkan air mengalir deras hingga ke perkampungan warga. Abdul menjelaskan total ada tiga titik tanggul yang jebol.
“Jebol satu titik di tempatnya pak lurah di Ngemplik Wetan, kemudian tanggul jebol lagi di daerah dekat Masjid Karanganyar dan ditambah satu lagi tanggul yang jebol di daerah Babadan, Kecamatan Karanganyar. Dari ketiga tanggul yang jebol itu mengarah ke barat, dan menyebabkan banjir di Ngemplik Wetan,” ucapnya.
Kedatangan Menteri PUPR beberapa waktu lalu untuk meninjau tanggul tersebut dinilai cukup efektif. Alat berat yang digunakan sudah cukup efektif.
Baca Juga: Update Banjir Demak: Surut 1 Meter tapi Jalan Pantura Masih Lumpuh
“Kemarin siang pak menteri kan datang kesini alat berat yang digunakan sudah efektif namun, sorenya belum mampu menutup tanggul yang jebol. Disebabkan debit air yang besar dari sungai wulan,” tuturnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan akan terjadi kenaikan air banjir lagi atau tidak. Abdul menyebut, jika sungai wulan sudah mampu teratasi kemungkinan hanya akan menunggu banjir surut.
Editor: Haikal Rosyada

