BETANEWS.ID, DEMAK – Akibat terjebak banjir, 349 KK di Desa Kalianyar, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak kini hanya bisa menunggu adanya bantuan makanan yang datang.
Berdasarkan pantauan betanews.id, ketinggian air di lokasi mencapai 40 centimeter dengan kondisi air terus meluber dengan deras ke rumah-rumah warga.
Baca Juga: Kondisi Terkini Banjir Desa Sidorejo Demak
Sebagian masyarakat tampak menggotong barang bawaan untuk mengungsi ke tempat aman, namun ada juga yang lebih memilih menetap dan menunggu bantuan datang.
Salah satunya Rodiatun Fadilla, warga Desa Kalianyar RT 6 RW 4. Ia mengaku, dari pagi ia hanya mendapatkan satu bungkus nasi yang ia bagi dengan anaknya. Situasi tidak memungkinkan, membuatnya resah untuk keluar dari rumah apabila banjir semakin deras. Sehingga ia hanya bisa berharap bantuan kiriman makanan dari pemerintah desa.
“Ini saja bantuan makanan cuma dapat satu bungkus dari tadi pagi baru dapat ini. Satu KK dua bungkus, sedangkan keluarga saya ada empat orang,” katanya, Rabu (7/2/2024).
Selain Rodiatun, Rokib warga yang masih tinggal di lokasi banjir juga belum memutuskan untuk mengungsi. Tidak hanya membutuhkan bantuan makanan, sejumlah fasilitas lain juga dinanti masyarakat yang masih terjebak banjir.
“Yang dibutuhkan ya makanan pokok dan kesehatan ini semakin malam kan semakin tinggi. Tapi sudah ada bantuan, ada mi, beras macam-macam. Kalau mencukupi, belum bisa karena orang banyak,” ujarnya.
Kasi Pelayanan Desa Kalianyar, Abdul Rouf mengatakan, sementara ini bantuan yang diterima oleh pemerintah desa berupa selimut, obat-obatan, dan logistik berupa dua sak karung dan dua kardus mi instan. Akan tetapi, untuk luasnya wilayah yang terdampak belum bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Dua Kecamatan di Demak Dilanda Banjir, Masyarakat Dihimbau Tetap Waspada
“Tadi dari PMI dan kecamatan sudah saya salurkan berupa nasi bungkus sekitar 300an. Terus dari Dinas Sosial kita disuruh membuat dapur umum,” terangnya.
Ia berharap, pemerintah kabupaten Demak dapat menyalurkan bantuan. Karena masih banyak masyarakat yang berada di lokasi banjir yang membutuhkan bantuan.
Editor: Haikal Rosyada

