BETANEWS.ID, DEMAK – Dua Kecamatan di Kabupaten Demak dilanda banjir, diantaranya Kecamatan Karangawen dan Kebonagung. Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada, terutama wilayah yang dekat dengan hilir sungai besar.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Demak, Agus Nugroho mengatakan, beberapa wilayah yang terkena banjir diantaranya, dua desa di Kecamatan Karangawen, yakni Desa Sidorejo dan Rejosari, kemudian empat desa di Kecamatan Kebonagung dengan desa terparah di Desa Pilangwetan dan Kebonagung.
Baca Juga: Wow! Ada Kebun Durian di Demak, Begini Penampakannya
“Banjir dampak curah hujan yang tinggi, di wilayah atas, mulai dari Salatiga, Ungaran, Grobogan, kemudian ada yang dari Boyolali,” katanya, Selasa (6/2/2024).
Menurutnya, banjir terjadi di Kecamatan Karangawen karena jebolnya tanggul Sungai Cabean, karena tidak kuat menahan tingginya debit air. Sementara di Kecamatan Kebonagung, terkena limpasan air Sungai Tuntang, sehingga mengenai pemukiman warga.
“Inilah dampak kita yang berada di hilir, semua sungai mengalir ke bawah, ini konsekuensi dari kita yang memang berada di bawah. Sehingga mau tidak mau, suka tidak suka kita harus siap,” terangnya.
Sementara ini, pihaknya masih melakukan pemantauan mengenai kondisi tanggul kritis di masing-masing kecamatan. Kemudian, warga yang terdampak telah diamankan di tempat pengungsian posko bencana.
Mengetahui hal itu, Bupati Demak Eisti’anah menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana banjir. Pihaknya juga meminta kepada seluruh jajaran pemerintahan untuk sigap dalam membantu masyarakat terdampak.
“Kami menghimbau selalu jaga kesehatan saling bantu membantu, dengan relawan yang membantu permakanan dan tentunya ini yang sepuh, perempuan, dan anak-anak masih di tempat pengungsian, kemudian bapak-bapak membersihkan rumahnya dan kita berharap semoga tidak ada kiriman debit air tinggi lagi,” ujarnya.
Baca Juga: Baca Juga: Pemilu 2024 Makin Dekat, Warga Demak Butuh Presiden yang Pikirkan Ekonomi Rakyat
Meskipun dua kecamatan telah dilanda banjir, Eisti mengaku saat ini pihaknya belum bisa mengubah status siaga bencana. Karena curah hujan di Demak dinilai masih aman dan banjir terjadi di wilayah hilir.
“Mungkin karena keadaannya masih seperti ini kita belum menetapkan status siaga, karena daerah hilir semua terdampak,” paparnya.
Editor: Haikal Rosyada

