BETANEWS.ID, JEPARA – Sebanyak 18 ribu ton gabah kering milik petani di Kabupaten Jepara telah diserap Badan Urusan Logistik (Bulog) Gudang Rengging, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara.
Pimpinan Bulog Cabang Pati, Ashville Nusa Panata, menyebut penyerapan gabah kering dari petani tersebut dilakukan selama enam bulan atau satu semester pada tahun ini.
Gabah kering panen yang berhasil diserap mencapai 18.328,82 ton atau setara dengan 9.680,82 ton beras. Sementara itu, target penyerapan pada tahun ini sebesar 18.678 ton.
“Kami beli (gabah kering) dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram,” ujar Ashville, Kamis (9/7/2026).
Gabah kering tersebut rata-rata diserap dari seluruh wilayah di Jepara. Mayoritas berasal dari Kecamatan Kedung, Welahan, Nalumsari, Pecangaan, dan Batealit.
Selain gabah, Ashville mengatakan Bulog Gudang Rengging juga menyerap jagung petani sebanyak 299,15 ton.
Hasil serapan panen dari petani saat ini disimpan di beberapa gudang karena kapasitas penyimpanan di gudang utama Desa Rengging terbatas.
“Kapasitas Gudang Rengging 2.500 ton. Sehingga untuk stoknya kami simpan di beberapa gudang,” sebutnya.
Baca juga : Harga Gabah di Jepara Tembus Rp8 Ribu per Kilogram, Petani Berharap Stabil hingga Panen Raya
Gudang penyimpanan dengan sistem sewa yang dimiliki Bulog di antaranya berada di Desa Langon, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara; Desa Cluwak, Kabupaten Pati; serta di dekat Gudang Rengging, Kecamatan Pecangaan.
“Masing-masing gudang sewa itu kapasitasnya dari 1.000 hingga 1.800 ton. Untuk gudang Cluwak, kami menyerap padi dari sekitar wilayah sana,” jelas Ashville.
Ashville menambahkan, penyerapan gabah dari petani digunakan sebagai cadangan beras pemerintah. Beras tersebut nantinya disalurkan melalui berbagai program pemerintah maupun dijual ke pasar.
“Kami pastikan stok beras di gudang Bulog untuk wilayah Kabupaten Jepara dalam kondisi aman terkendali. Cadangan kami melimpah,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

