BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus resmi melepas ratusan siswa dan puluhan guru yang akan mengikuti Program Pertukaran Pelajar dan Guru di SMP 2 Jati. Program tersebut diharapkan menjadi langkah nyata untuk mengurangi kesenjangan kualitas antara sekolah favorit dan sekolah lainnya di Kabupaten Kudus.
Program tersebut akan berlangsung selama dua pekan, mulai 27 Juli hingga 8 Agustus 2026. Peserta berasal dari jenjang SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, sebanyak 80 siswa SD dari 20 sekolah negeri dan swasta mengikuti program pertukaran. Sementara itu, di jenjang SMP terdapat 210 siswa dari 33 SMP negeri dan swasta yang terlibat. Selain siswa, sebanyak 62 guru dari 31 SMP negeri dan swasta juga mengikuti program pertukaran mengajar.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengatakan program tersebut bertujuan memberikan pengalaman baru bagi guru maupun siswa dengan mengenal ekosistem pembelajaran di sekolah lain. Menurutnya, program itu dapat meningkatkan mutu pendidikan, baik dari segi pengalaman, wawasan, maupun penguatan karakter siswa.
“Ini adalah pelepasan pertukaran guru dan pelajar dalam rangka saling bertukar pengalaman. Guru dan siswa bisa melihat langsung ekosistem di lingkungan sekolah yang berbeda,” bebernya usai kegiatan pelepasan, Senin (20/7/2026).
Hasil dari program tersebut, kata dia, nantinya akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kudus. Melalui pertukaran ini, pihaknya ingin memetakan berbagai indikator yang menjadi pembeda antara sekolah favorit dan sekolah yang masih membutuhkan penguatan.
“Kami ingin membuat indikator antara sekolah favorit dan sekolah biasa supaya kesenjangannya tidak terlalu jauh. Nanti akan kami evaluasi program-program yang dinilai baik untuk diterapkan di sekolah lain,” katanya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan pertukaran tahun ini berlangsung selama dua pekan. Durasi tersebut merupakan hasil penyesuaian berdasarkan masukan dari para wali murid.
Baca juga : Disdikpora Kudus Siapkan Program Pertukaran Guru SMP, Fokus Matematika dan Bahasa Indonesia
Selama mengikuti program, para guru diminta menyusun buku harian yang berisi hasil pengamatan di sekolah penempatan. Catatan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan aspek-aspek yang perlu diperbaiki di sekolah asal masing-masing.
“Guru nantinya membuat buku harian mengenai apa saja yang perlu diintervensi di sekolahnya sekarang untuk mengejar sekolah yang sudah bagus atau favorit. Bisa dari sisi infrastruktur, sumber daya manusia, maupun metode pembelajaran. Itu akan menjadi indikator untuk kami pelajari dan dilakukan perbaikan,” jelasnya.
Sam’ani berharap program tersebut mampu memberikan manfaat nyata tanpa harus mengeluarkan biaya besar seperti studi banding ke luar daerah maupun luar negeri.
“Di tengah efisiensi anggaran, kita tidak perlu keluar kota atau ke luar negeri. Cukup di dalam Kabupaten Kudus saja, tetapi manfaatnya bisa dirasakan untuk mengurangi kesenjangan antarsekolah,” ujarnya.
Salah satu peserta pertukaran guru, Dina Wahdaturrahmah, Guru Bahasa Indonesia SMP 1 Undaan yang ditempatkan di SMP 1 Jati, mengaku antusias mengikuti program tersebut. Menurutnya, pengalaman mengajar di sekolah baru menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk belajar.
“Rasanya senang sekaligus tertantang. Langkah awal saya akan mengenal karakter siswa dan pola belajar mereka terlebih dahulu. Setelah itu, pembelajaran baru berjalan secara normal,” tuturnya.
Ia juga menilai penguatan pendidikan karakter, khususnya pencegahan perundungan (bullying), menjadi salah satu program yang akan diprioritaskan selama bertugas di sekolah penempatan. Menurutnya, di sekolah asal telah diterapkan sistem pencegahan perundungan melalui sebuah aplikasi yang berjalan dengan baik.
“Saya berharap program anti-bullying yang sudah berjalan di sekolah asal juga bisa diterapkan di sekolah tempat saya mengajar sekarang,” katanya.
Antusiasme juga datang dari para siswa peserta pertukaran. Nabila Khoirul Iftitah, siswi kelas V SD 1 Melati Lor yang ditempatkan di SD 1 Wergu Wetan, mengaku senang karena terpilih mengikuti program tersebut.
“Senang karena bisa terpilih mengikuti program ini,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Arcila Shaquela Naraya Nur, siswi kelas V SD TBS Kudus yang akan belajar di SD 1 Rendeng bersama tiga teman lainnya.
“Ini pengalaman pertama saya ikut pertukaran pelajar. Senang sekali, semoga nanti bisa punya banyak teman baru di sekolah tujuan,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

