BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus tahun ini menyiapkan suplai air bersih guna mengantisipasi kekeringan di wilayah Kota Kretek. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi warga di daerah yang mengalami kekeringan.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya telah menyediakan suplai air bersih bagi warga yang membutuhkan. Setidaknya, ada 2,5 juta liter air bersih yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah terdampak kekeringan.
“Ya, kalau estimasi penyediaan air bersih di tahun ini kurang lebih hampir sama dengan tahun 2023 lalu. Kita ada penyediaan sekitar 2,5 juta liter, terdiri dari CSR (Corporate Social Responsibility) 1,5 juta liter dan sisanya dari kami,” bebernya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (17/7/2026).
Ia menjelaskan, saat ini sudah ada desa di Kabupaten Kudus yang mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada BPBD Kudus. Menanggapi hal tersebut, BPBD langsung mendistribusikan air ke wilayah yang membutuhkan.
“Untuk permintaan air bersih kemarin datang dari Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, per Rabu (15/7/2026). Sejauh ini baru ada satu desa yang mengajukan permintaan air bersih,” ungkapnya.
Baca juga : 375 Keluarga di Glagahwaru Mulai Kesulitan Air Bersih, Pemkab Kudus Kerahkan Dropping 15 Ribu Liter
Total pendistribusian air bersih kepada warga hingga Jumat (17/7/2026) telah mencapai 20.000 liter. Ia mengatakan, jumlah warga terdampak di Desa Glagahwaru sebanyak 1.091 jiwa atau 375 kepala keluarga (KK).
“Kebanyakan warga yang terdampak di desa itu di RW 3. Sementara untuk warga di RW lainnya masih aman,” jelasnya.
Ia memprediksi kekeringan pada tahun ini akan berlangsung lebih lama. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan menghemat persediaan air di rumah masing-masing.
“Mengingat kekeringan saat ini sudah mulai berlangsung, kami harapkan kepada warga untuk menghemat air. Sebab kami prediksi kekeringan yang terjadi di tahun ini bakal berlangsung sampai September, bahkan berpotensi berlanjut hingga November mendatang,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

