Wujudkan Jepara Kota Investasi, Fasilitas Transportasi hingga Jalan di Karimunjawa Bakal Dipoles

BETANEWS.ID, JEPARA – Bupati Jepara, Witiarso Utomo, berencana menjadikan Kabupaten Jepara sebagai kota investasi pariwisata. Salah satu fokus pengembangannya berada di Kecamatan Karimunjawa.

Daerah yang berada di wilayah terluar Kabupaten Jepara itu saat ini telah berstatus sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Di sana juga terdapat Taman Nasional Karimunjawa yang menjadi rumah bagi terumbu karang, hutan mangrove, padang lamun, satwa langka yang dilindungi, serta berbagai tumbuhan khas dataran rendah.

-Advertisement-

Untuk memperkuat status tersebut dan mengundang investor agar mau mengembangkan pariwisata di Karimunjawa, Wiwit mengatakan ada sejumlah paket pekerjaan infrastruktur yang diharapkan dapat segera dilaksanakan pada tahun ini.

Di antaranya, perbaikan ruas jalan kabupaten di Karimunjawa melalui bantuan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Pengajuan bantuan tersebut telah dilakukan pada 2025. Pekerjaan yang direncanakan berupa pengaspalan jalan Karimunjawa–Kemujan.

“IJD yang kita ajukan semoga bisa terkabul tahun ini, sehingga pengerjaan infrastruktur jalan di Karimunjawa bisa selesai tahun ini,” kata Wiwit kepada Betanews.id, Selasa (23/6/2026).

Selain pembangunan infrastruktur jalan, Wiwit mengatakan pemerintah pusat pada tahun ini juga akan membantu perbaikan Bandar Udara Dewadaru di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa.

Baca juga : Wiwit Berencana Jadikan Jepara Kota Investasi Pariwisata

Bandara tersebut baru resmi beroperasi pada Juli 2025. Rute penerbangan yang dilayani adalah Yogyakarta–Karimunjawa dan Semarang–Karimunjawa sebanyak tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Jumat, dan Minggu.

Satu-satunya maskapai yang melayani penerbangan di Bandar Udara Dewadaru yaitu Susi Air dengan pesawat jenis Cessna 208B Grand Caravan berkapasitas 12 penumpang.

“Tahun ini bandara di Karimunjawa akan mendapat bantuan perbaikan, sehingga pesawat ATR maupun Boeing bisa mendarat atau beroperasi di Karimunjawa,” sebut Wiwit.

Selain akses transportasi udara, Wiwit melanjutkan, pada Agustus mendatang jumlah kapal yang melayani penyeberangan ke Pulau Karimunjawa juga akan bertambah satu unit dengan kapasitas sekitar 500 penumpang.

Dengan berbagai rencana perbaikan maupun penambahan fasilitas tersebut, Wiwit berharap jumlah wisatawan yang datang ke Karimunjawa semakin meningkat dan mampu menarik investor untuk berinvestasi di wilayah tersebut.

“Harapannya itu semua bisa jadi pemicu atau pemantik bahwa Jepara siap untuk iklim (investasi) pariwisata,” pungkas Wiwit.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER