Angka Stunting di Kudus Diklaim Turun, Pemkab Tetap Kejar Target Zero Stunting

BETANEWS.ID, KUDUS – Kasus stunting di Kabupaten Kudus pada Triwulan (TW) I 2026 menunjukkan tren penurunan dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tetap fokus mengejar target zero stunting melalui berbagai program pencegahan dan kolaborasi lintas sektor.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, jumlah kasus stunting pada TW I 2026 tercatat sebanyak 1.954 anak atau sekitar 3,7 persen. Angka tersebut menurun dibandingkan data tahun 2025 yang mencapai 2.142 kasus atau sebesar 4,27 persen berdasarkan aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM).

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani membenarkan adanya penurunan angka stunting tersebut. Menurutnya, berbagai langkah terus dilakukan untuk menekan kasus stunting di Kota Kretek.

-Advertisement-

“Kami ingin Kudus zero stunting, tapi tentu prosesnya membutuhkan waktu. Karena itu berbagai upaya terus kami lakukan bersama semua pihak,” terangnya.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang akan dijalankan di Kudus.

Baca juga : Rapor Setahun Sam’ani–Bellinda Pimpin Kudus: Kemiskinan dan Stunting Turun, IPM Naik

“Karena kasus stunting ini ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya pola asuh yang dilakukan oleh orang tua. Sedangkan mayoritas ibu-ibu di Kudus ini banyak yang bekerja. Maka dari itu kami akan jalankan program Genting, melalui kerja sama dengan CSR,” terangnya.

Endhah menegaskan, Pemkab Kudus saat ini terus berupaya agar target zero stunting dapat terealisasi. Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Kasus stunting tidak bisa kami bekerja sendiri. Tentu berbagai pihak harus ikut bergerak dalam mensukseskan zero stunting di Kudus,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya pola makan dan pemenuhan gizi anak untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.

“Jangan sampai anak hanya diberi mi instan atau sereal saja. Harus ada pemenuhan gizi yang sesuai standar,” jelasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER