BETANEWS.ID, PATI – Di tengah kemungkinan musim kemarau panjang yang terjadi tahun ini, ketersediaan air bersih di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan warga. Sehingga suplai air bersih di wilayah di ujung selatan Kabupaten Kudus tersebut akan tetap terpenuhi.
Kepala Desa Wonosoco, Setiyo Budi menyebut, bahwa kebutuhan air untuk mandi, cuci, kakus (MCK) hingga kebutuhan rumah tangga tetap tercukupi berkat keberadaan dua sumber mata air utama. Meski biasanya di musim kemarau panjang sumber air berkurang, namun tetap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah, untuk kebutuhan warga masih aman. Kami punya dua sumber mata air, yakni Sendang Gading dan Sendang Dewot,” katanya.
Ia menjelaskan, kedua sumber tersebut mampu mencukupi kebutuhan 1.151 jiwa dari sekitar 420 kepala keluarga (KK). Bahkan saat kemarau berlangsung cukup panjang, sumber air tetap bisa mengalir ke rumah-rumah warga.
Menurutnya, kondisi ini juga pernah terjadi pada musim kemarau sebelumnya, di mana sumber air tetap stabil dan tidak mengalami penurunan signifikan.
“Pernah kemarau panjang juga, tapi sumber air masih tetap aman,” tambahnya.Di sektor pertanian, petani di Wonosoco memanfaatkan musim kemarau untuk menanam palawija, khususnya kacang hijau pada musim tanam ketiga (MT 3).
Baca juga: Belasan Ribu Benih Nila Ditebar di Sungai Kudus, Disiapkan Jadi Ruang Rekreasi
Selain menjaga ketahanan air, pemerintah desa juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat musim kemarau.
Setiyo menuturkan, risiko kebakaran tidak hanya dipicu faktor alam, tetapi juga akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Maka dari itu, warga diimbau untuk tetap waspada dan hati-hati.
“Kami mengimbau warga untuk waspada kebakaran hutan. Kadang bukan karena alam saja, tapi ada tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan terus ditingkatkan, sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini, terutama di tengah kondisi cuaca kering.
Editor : Kholistiono

