BETANEWS.ID, JEPARA– Sebanyak 557 Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) se-Indonesia mengikuti retreat kepemimpinan di Akademi Militer (Akmil), Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung pada Rabu-Minggu, (15-19/4/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) sebagai forum strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan daerah sekaligus menyelaraskan arah kebijakan nasional dan daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna mengatakan, pelaksanaan retreat menjadi momentum penting untuk membangun sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Menurutnya keselarasan kebijakan menjadi kunci dalam memastikan pembangunan berjalan efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi antara pusat dan daerah, sehingga kebijakan yang dihasilkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling menguatkan,” kata Agus pada Betanews.id, Kamis (16/4/2026).
Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda pembekalan yang bersifat intensif dan terstruktur.
Kegiatan meliputi pemaparan materi kebangsaan, diskusi strategis terkait geopolitik global, penguatan wawasan empat konsensus dasar bangsa, hingga simulasi kepemimpinan dan pengambilan keputusan dalam situasi krisis.
Baca juga : 17.372 Guru di Jepara Jadi Sasaran Penerima Kartu Guru SejahteraÂ
Selain itu, peserta juga mengikuti sesi olahraga bersama, kedisiplinan ala militer, serta forum dialog interaktif dengan para pengambil kebijakan nasional.
Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir sebagai pemateri dalam retreat. Diantaranya pimpinan Lembaga Ketahanan Nasional, para menteri Kabinet Indonesia Maju, pejabat tinggi TNI dan Polri, serta perwakilan dari kementerian strategis seperti Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan.
Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan bisa memberikan perspektif langsung terkait arah kebijakan nasional dan tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan.
Penyelenggaraan retreat ini memiliki tujuan utama untuk memperkuat wawasan kebangsaan, meningkatkan kapasitas kepemimpinan Ketua DPRD, serta membangun koordinasi yang lebih solid antara pusat dan daerah.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membekali para pimpinan legislatif daerah agar mampu merespons dinamika global, termasuk tekanan ekonomi dan geopolitik, dengan kebijakan yang adaptif dan terukur.
Agus mengatakan, tantangan pembangunan daerah saat ini menuntut adanya kolaborasi yang erat dengan pemerintah pusat. Ia menilai, melalui retreat ini, komunikasi lintas level pemerintahan dapat diperkuat sehingga tidak terjadi kesenjangan dalam implementasi kebijakan.
“Dengan pemahaman yang sama, kita bisa memastikan bahwa program nasional benar-benar diterjemahkan secara tepat di daerah, sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Retreat ini juga menjadi ruang konsolidasi nasional bagi para Ketua DPRD untuk berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, serta membangun komitmen bersama dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Sehingga semangat sinkronisasi itu diharapkan dapat dibawa pulang ke daerah masing-masing dan diwujudkan dalam kebijakan yang konkret dan berdampak.
Editor : Kholistiono

