BETANEWS.ID, KUDUS – Kabupaten Kudus menjadi magnet tersendiri bagi para penjual janur pada momen Lebaran Ketupat. Tak hanya warga lokal, warga luar daerah juga bahkan berdatangan untuk mencoba peruntungan berjualan di wilayah Kudus, khususnya di depan Pasar Bitingan.
Tak disangka, sebagian besar penjual janur di depan Pasar Bitingan didominasi oleh warga Jepara yang menyebut bahwa kualitas janur asal Jepara sangat bagus. Di sisi lain, mereka lebih memilih berjualan di Kudus dikarenakan harga jual yang lebih tinggi dibandingkan daerah Jepara sendiri.
Sehingga banyak warga Jepara berdatangan untuk menjual janur pada momen jelang Lebaran Ketupat. Bahkan, mereka saling berebut tempat untuk menempati lokasi yang dianggap strategis dengan berjualan yang dimulai sejak dini hari.
Salah satu pedagang janur asal Jepara, Muhammad Reza Rohmad mengaku, bahwa ia sampai lokasi jualan pukul 2.00 WIB dini hari, meski penjualan ramai terjadi sekitar subuh. Hal itu dilakukan agar dia bisa menempati tempat yang diinginkan.
“Memang harus cepat-cepat supaya bisa menempati lokasi jualan yang strategis. Kalau berangkatnya telat, sudah tak dapat tempat yang strategis dan bisa berdampak pada penjualan. Saya sendiri pukul 2.00 WIB sudah sampai lokasi jualan,” bebernya saat ditemui di lokasi, Kamis (26/3/2026).
Baca juga: Laris Manis, Gultik Mantan Pertama di Kudus Setiap Hari Ludes
Reza menyampaikan, bahwa pihaknya baru dua tahun terakhir ini berjualan janur di momen Lebaran Ketupat di sekitar Kudus. Sebelumnya sudah bertahun-tahun, dia lebih sering berjualan janur di daerahnya sendiri, yaitu Kabupaten Jepara.
Selisih harga jual janur membuatnya kini lebih memilih berjualan di Kudus. Lantaran dengan selisih harga, margin keuntungan yang didapatkan akan lebih banyak lagi.
“Karena selisih harga jual janur antara di Jepara dan di Kudus jauh berbeda. Selisihnya sampai Rp 1-3 ribu per ikatnya, sehingga dua tahun terakhir ini saya lebih memilih berjualan di sini (depan Pasar Bitingan),” ujar pria yang berusia 25 tahun tersebut.
Informasi selisih harga itu dia dapatkan dari saudaranya yang lebih dulu berjualan di Kudus. Tahu informasi itu, ia kemudian berminat dan mulai menjual janur di momen jelang Lebaran Ketupat pada tahun 2025 lalu.
“Di samping itu, penjualan di sini juga bagus, meski pedagang janur di sini juga banyak. Tahun lalu, dalam sehari bisa menjual hingga 10.000 biji janur dan tahun ini menurun menjadi 6.000 janur. Namun, penjualan itu sudah lumayan bagus,” terangnya.
Editor: Kholistiono

