31 C
Kudus
Sabtu, Februari 21, 2026

Gara-gara Ini Kinerja Pemprov Jateng di Sektor Industri dan Pariwisata Menuai Apresiasi

BETANEWS.ID, SEMARANG – Sejumlah anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyampaikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah di sektor industri dan pariwisata.

Hal itu disampaikan saat acara Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR di kompleks Kantor Gubernur Jateng, di Kota Semarang pada Jumat (20/2/226).

Wakil Ketua Komisi VII DPR, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menilai, Provinsi Jawa Tengah memiliki peran strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan, memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung transformasi ekonomi nasional.

-Advertisement-

“Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi besar di sektor industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Kawasan Industri Kendal menjadikan Jawa Tengah sebagai simpul penting pengembangan industri baru di Pulau Jawa,” katanya.

Baca juga: India Ditawari Investasi Hijau hingga Industri Medis, Pemprov Jateng Siap Jadi Mitra Strategis

Setali tiga uang, Wakil Ketua Komisi VII DPR, Evita Nursanty turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2022–2025 yang terus meningkat.

“Luarbiasa loh Jawa Tengah ini meningkat, tentu ini tidak lepas dari dampak positif rute penerbangan langsung dari Singapura, Kuala Lumpur ke Semarang,” kata legislator dapil Jawa Tengah III ini.

Adapun di tahun 2025, tercatat sektor pariwisata Jawa Tengah menyumbang 3,74% PDRB, dengan peningkatan daerah tujuan wisata sebesar kurang lebih 32% sejak 2022.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Komisi VII DPR RI.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kunjungan kerja reses Komisi VII DPR ke Provinsi Jawa Tengah. Kehadiran Bapak/Ibu menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sinergi antara pusat dengan daerah,” kata Luthfi.

Baca juga: Pemprov Jateng Luncurkan ‘Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan’, Strategi Ampuh Tuntaskan Masalah Hunian

Ia mengatakan, pembangunan Jawa Tengah tidak bisa hanya mendalkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tapi juga perlu disokong dengan sektor-sektor yang lain.

Di sektor pariwisata, kata Luthfi, Pemprov Jateng mengembangkan program lebih dari 1.000 desa wisata serta memperkuat destinasi unggulan seperti Borobudur dan Rawa Pening.

“Kami optimistis dengan dukungan infrastruktur dan konektivitas yang semakin baik, sektor pariwisata akan terus berkembang dan menjadi pengungkit ekonomi daerah,” katanya.

Eitor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER