BETANEWS.ID, KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar simulasi bank sampah sebagai upaya meningkatkan pemahaman sivitas akademika terkait pengelolaan sampah berkelanjutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lokasi Bank Sampah UMK, tepatnya di area Rumah Kompos, Kamis (22/1/2026).
Simulasi ini menjadi bagian dari edukasi praktis mengenai pengelolaan sampah dari sumbernya. Peserta dikenalkan langsung pada alur kerja bank sampah, mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik, proses penimbangan, pencatatan, hingga simulasi penukaran sampah yang memiliki nilai ekonomi.
Rektor Universitas Muria Kudus, Prof. Darsono, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran bersama bahwa pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat apabila dilakukan secara tepat.
Baca juga: Kawasan Hutan Gunung Muria di Jepara Ikut Diusulkan Jadi Hutan Konservasi, Ini Lokasinya
“Melalui simulasi ini, kami ingin menumbuhkan pemahaman bahwa sampah tidak selalu menjadi masalah. Dengan pengelolaan yang benar, sampah justru dapat memiliki nilai guna,” ujar Prof. Darsono melalui siaran tertulisnya.
Ia menambahkan, simulasi bank sampah juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan sampah terpadu di lingkungan kampus. Menurutnya, peran perguruan tinggi penting dalam mendorong praktik ramah lingkungan secara berkelanjutan.
“Kampus memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kepedulian terhadap lingkungan,” jelasnya.
Baca juga: Universitas Muria Kudus Kukuhkan Dua Guru Besar
Ke depan, UMK menargetkan keberadaan bank sampah dapat mendukung upaya pelestarian lingkungan, sekaligus menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan bagi mahasiswa dan seluruh sivitas akademika.
Sebagai informasi, Bank Sampah Universitas Muria Kudus dijadwalkan akan resmi diluncurkan pada Februari 2026, sebelum memasuki bulan Ramadan.
Editor: Suwoko

