BETANEWS.ID, PATI – Dalam beberapa bulan terakhir ini, harga minyak goreng sederhana yang disubsidi pemerintah, yakni MinyaKita, harganya masih melejit. Bahkan di agen distributor pun, harganya masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
HET MinyaKita diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 tahun 2024 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat, yakni dipatok seharga Rp 15.700 per liter.
Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah diminta untuk turun tangan agar harga MinyaKita bisa sesuai HET. Begitupun dengan pasokan minyak goreng subsidi itu bisa normal, sehingga masyarakat bisa lebih mudah untuk mendapatkannya.
Rudi Sulistiyantono, Pemilik Toko Fatimah yang agen distributor MinyaKita menyampaikan, melihat situasi yang berkembang, pihaknya menyarankan agar pemerintah membuat nomor layanan aduan atau hotline terkait peredaran MinyaKita.
“Sebaiknya pemerintah buat hotline pengaduan. Biar harganya (MinyaKita) sesuai HET. Biar pemerintah tahu langsung keluhan masyarakat, ” ujar pemilik toko yang berada di Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Pati, Sabtu (3/1/2026).
Dirinya menyebut, untuk satu karton atau satu dus MinyaKita, dijualnya di harga kisaran Rp 190.000 hingga Rp 195.000.
Menurutnya, masih tingginya harga MinyaKita di atas HET, karena barangnya sulit didapatkan dan juga pengambilan barang dari luar Jawa Tengah. Sehingga, ada biaya tambahan transportasi dan lain-lainnya.
Ia menyebut, pada merek-merek tertentu MinyaKita, seperti halnya yang diproduksi PT Best, Wilmar, Sinar Mas, Wings, barangnya hingga sekarang cukup sulit. Pada merek-merek tersebut, katanya banyak dicari karena isinya sesuai tulisan kemasan, yakni 1 liter.
Dalam kondisi seperti sekarang ini, ia dalam seminggunya mendapatkan kiriman sekitar 5 ribu hingga 7 ribu karton MinyaKita. Berbeda ketika barang mudah, sehari bisa 2 ribu karton lebih.
“Itupun, nggak sampai seminggu habis barangnya. Karena yang cari memang banyak, khususnya menegah bawah, ” ucapnya.
Lebih lanjut Rudi menyebut, meski harga MinyaKita di atas HET, ia tetap mengambil. Sebab, kalau tidak mau menyesuaikan, dirinya mendapatkan. Bukan hanya itu, ia pun menyebut, supaya masyarakat menengah ke bawah di Pati masih bisa mendapatkan MinyaKita.
Sementara itu, Novi, salah satu warga mengaku, sebagai pengecer, nantinya ia jual MinyaKita ke konsumen dengan harga di kisaran Rp 18.000 hingga Rp 18.500 per liter.
Baca Juga: Tanpa Kembang Api, Warga Ketitangwetan Pati Sambut Tahun Baru dengan Doa Bersama
“Ini saya jual lagi biasanya ya Rp 18.000 sampai Rp 18.500. Barangnya juga langka, sulit. Seminggu kadang dapat sekali, ” ujar Novi usai kulakan MinyaKita di Toko Fatimah.
Dengan kondisi seperti ini, ia berharap pemerintah bisa mengambil langkah, supaya MinyaKita harganya bisa sesuai HET dan barangnya juga mudah untuk didapatkan.
Editor: Haikal Rosyada

