BETANEWS.ID, JEPARA – Sebanyak delapan kecamatan di Kabupaten Jepara terdampak bencana mulai dari banjir hingga tanah longsor akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan delapan kecamatan yang saat ini terdampak bencana yaitu Kecamatan Keling, Donorojo, Kalinyamatan, Nalumsari, Mayong, Bangsri, Tahunan, dan Kembang.
Dari delapan kecamatan itu, Desa Tempur di Kecamatan Keling menjadi daerah terparah terdampak bencana berupa tanah longsor yang membuat akses jalan menuju desa itu terputus.
Baca juga: Terisolir Akibat Longsor, Pemkab Jepara Upayakan Jalur Alternatif Menuju Desa Tempur
“Yang terdampak ada delapan kecamatan, Alhamdulillah kondisinya saat ini sudah lumayan membaik, yang paling besar memang di Desa Tempur,” katanya saat ditemui usai meninjau banjir di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Senin (12/1/2026).
Untuk di Desa Tempur, Wiwit mengatakan fokus penanganan saat ini yaitu pembersihan badan jalan yang tertutup material longsor. Dalam waktu tiga hari hal tersebut akan diupayakan segera teratasi.
Pihaknya akan menurunkan tiga unit eksavator ke lokasi untuk membersihkan pohon-pohon yang menghambat aliran sungai.
Kemudian terkait kondisi Sungai Gelis di Desa Tempur, arus air saat ini masih cukup deras sehingga alat berat belum bisa diturunkan sepenuhnya.
Sebagai solusi teknis, nantinya akan dilakukan pengalihan aliran sungai serta pembuatan badan jalan yang sebelumnya hilang sepanjang kurang lebih 4,5 meter.
Baca juga: Desa Tempur Jepara Terisolir Akibat Dikepung Longsor, Jaringan Listrik Mati Total
Untuk pelebaran jalan menurutnya belum bisa dilakukan, sebab saat ini potensi munculnya longsor susulan masih dimungkinkan terjadi.
“Pembukaan akses jalan masih kita upayakan, tapi untuk jalan alternatif saat ini sudah bisa dilalui dengan sepeda motor yang bisa digunakan untuk penyaluran logistik,” ujarnya.
Kemudian untuk penanganan dampak bencana, Wiwit mengatakan nantinya akan diambil dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Tahun ini kita punya Rp5 miliar (dana BTT), saya rasa cukup untuk membiayai. Selain itu juga nanti akan kita carikan CSR serta dari masyarakat,” katanya.
Editor: Suwoko

