31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Program Kampung Nelayan Prabowo Masuk Pati, 22 Desa Diusulkan untuk 2026

BETANEWS.ID, PATI – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto memprogramkan pengembangan kampung nelayan dan kampung budidaya di seluruh Indonesia, khususnya daerah dengan potensi perikanan. Program nasional tersebut mulai berjalan di Kabupaten Pati pada 2025, dengan Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, sebagai lokasi perdana.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Hadi Santosa mengatakan, pemerintah daerah akan mengusulkan 22 desa sebagai calon kampung nelayan maupun kampung budidaya pada 2026 mendatang.

Baca Juga: Peringatan HDI di Pati Jadi Panggung Kreativitas Anak Disabilitas

-Advertisement-

Kampung nelayan menyasar desa-desa pesisir laut dengan mata pencaharian utama masyarakat sebagai nelayan tangkap. Sedangkan kampung budidaya difokuskan pada desa dengan aktivitas perikanan air tawar, seperti sungai, waduk, dan tambak.

“Kampung nelayan di 2025 ada 1, di 2026 kami ada 22 lokasi, belum ada keputusan. Kampung nelayan yang seperti pesisir laut atau tepi laut, serta kampung budidaya yang tambak. Instruksi Presiden Prabowo langsung memberdayakan nelayan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan di sekitarnya, karena memang di Indonesia sebagian besar laut, desa di pesisir dan masyarakat nelayan cukup banyak,” ungkapnya, Senin (15/12/2025).

Menurut Hadi, program kampung nelayan dan kampung budidaya dirancang untuk memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. Berbagai sarana dan prasarana akan dibangun guna menunjang produktivitas nelayan.

“Programnya pembangunan infrastruktur fisik seperti pembangunan jalan lingkungan, dibuatkan fasilitas balai nelayan untuk ruang pertemuan, bengkel, fasilitas sanitasi, rumah singgah nelayan, pabrik es mini, gudang beku, tambatan kapal, SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan), pusat kuliter, peralatan tangkap mulai dari jaring, mesin, dan lain sebagainya. Kemudian, pelatihan-pelatihan yang nantinya ketika sudah jadi akan diserahkan pengelolaannya ke KDMP (Koperasi Desa Merah Putih),” kata Hadi.

Ia menambahkan, seluruh program kampung nelayan dan kampung budidaya akan terintegrasi dengan KDMP. Koperasi tersebut nantinya bertanggung jawab dalam pengelolaan fasilitas dan program yang telah dibangun.

Dari sisi pendanaan, pembangunan kampung nelayan dan kampung budidaya sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). DKP Kabupaten Pati berperan sebagai fasilitator dan penghubung agar program nasional tersebut tepat sasaran.

“Anggaran di Bayutowo Rp 21 miliar, langsung dari KKP. Kita (DKP Kabupaten Pati) hanya sebagai penerima, langsung diserahkan untuk KDMP,” ucap Hadi.

Adapun desa-desa yang diusulkan sebagai lokasi kampung nelayan dan kampung budidaya di Kabupaten Pati pada 2026 tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Kecamatan Juwana, Dukuhseti, Tayu, Gabus, Wedarijaksa, Trangkil, Margoyoso, Kayen, hingga Pati Kota.

Puluhan desa tersebut dinilai memiliki potensi besar, seiring melimpahnya hasil perikanan Kabupaten Pati, baik dari laut maupun daratan.

“Di Pati desa pesisir ada 52 desa dari 7 kecamatan, kemudian selain itu ada tambak-tambak di desa potensial, seperti Talun, Wuwur, Gembong, Banjarsari sehingga ada salah satu program yang diintergrasikan denagn KDMP. Kemudian muncul program ini, ada 1.000 targetnya kampung nelayan di Indonesia,” sebutnya.

Baca Juga: Truk Muatan Pupuk Terjun ke Sungai Kaliombo Pati, Sopir Diduga Mengantuk

Sebelumnya, Desa Banyutowo menjadi satu-satunya desa di Pati yang ditetapkan pemerintah pusat sebagai kampung nelayan. Pemerintah daerah berharap pada 2026, kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani ini dapat memiliki lebih banyak kampung nelayan dan kampung budidaya yang maju dan berdaya saing.

“Tahun ini (2025) ada 4 desa diusulkan, tapi yang diusulkan hanya Banyutowo yang disetujui. Di 2026 kami usulkan lagi yang lainnya,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER