Waspada, Wabah Chikungunya Teror Pati, Puluhan Warga Sugiharjo Terinfeksi

BETANEWS.ID, PATI – Warga Desa Sugiharjo, Kecamatan/Kabupaten Pati, diliputi was-was dengan merebaknya wabah chikungunya yang menyerang puluhan warga dalam beberapa pekan terakhir. Penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti ini menyebabkan warga mengalami demam tinggi, nyeri sendi, serta ruam pada kulit.

Menurut informasi yang dihimpun, sejumlah warga mulai merasakan gejala sudah sejak sekitar sebulan lalu. Hingga saat ini, masih saja ada warga yang terinfeksi chikunguya. Beberapa di antaranya bahkan tidak bisa beraktivitas karena nyeri hebat di persendian.

Baca Juga: DPRD Restui Tambahan Dana Rp90 Miliar untuk Pemkab Pati Lewat Skema Pinjaman Daerah

-Advertisement-

Sutrisno, salah satu tokoh masyarakat Desa Sugiharjo mengatakan, sebagaian besar warga yang terinfeksi chikungunya berada di Dukuh Gilis, yakni di RT 01, RT 02 dan RT 05.

“Kenapa saya asumsikan chikunguya, itu karena ciri-ciri awalnya ada ruam di kulit. Kemudian layu, tidak bisa berjalan, kemudian menunggu dalam beberapa hari, itu dia baru berjalan setelah imunnya oke,” ujar Sutris, Jumat (21/11/2025).

Ia menyebut, beberapa warga yang mengalami demam itu, sebagian dilarikan ke rumah sakit maupun di fasilitas kesehatan (faskes) pertama. Namun, sebagian besar dirawat di rumah.

Sutris menyebut, kalau ada salah satu keluarga yang terjangkit, biasanya menjangkit  ke anggota keluarga lainnya. Jika satu keluarga belum terkena semua, menurutnya masih belum selesai.

Terkait dengan kondisi tersebut, pihaknya berharap pemerintah turun tangan untuk memberikan solusi, agar wabah chikungunya tidak semakin meluas.

“Ada warga yang nanya, disemprot atau apa. Apa yang jadi penyebab chikungunya  itu apa, kalau DB kan jelas difogging atau apa. Dinkes berilah kami cara bagaimana menguatkan imun atau menanggulangi chikungunya yang ada di desa kami. Lha ini mereka masyarakat sudah puluhan yang kena,” pintanya.

Sutris menyampaikan, dari beberapa warga yang terinfeksi chikungunya, ada salah satu yang meninggal dunia. Namun, dirinya tidak bisa memastikan apakah penyebabnya karena chikungunya.

“Apakah itu yang menyebabkan meninggal, tidak tahu. Tapi gejala awal memang seperti itu, seperti chikungunya, ” ucapnya.

Sementara itu, Widya, salah satu warga yang sempat terjangkit chikungunya mengaku, kalau awalnya ia merasa pusing hingga lemas.

“Ya awalnya pusing, linu, sampai lemas beberapa hari. Bahkan  sampai mencret juga, ” katanya.

Meski begitu, ia tak memeriksakan sakit yang dialaminya ke faskes atau rumah sakit. Ia hanya membeli obat di apotek dan melakukan perawatan di rumah.

Adanya wabah chikungunya juga dibenarkan oleh Arif Purwanto, Ketua RT 05, Dukuh Gilis, Desa Sugiharjo. Ia menyebut, untuk di lingkungan RT-nya ada puluhan warga yang terjangkit.

“Kalau di  RT sini saja ya ada puluhan warga yang kena. Rata-rata orang tua. Kalau anak-anak kok gak ada, ” ungkapnya.

Arif menyebut, kondisi tersebut sudah terjadi dalam sepuluh hari ini terakhir ini. Gejala yang dirasakan warganya yang sakit itu, katanya hampir semua sama. Yakni mulai dari panas, pusing, mual, demam dan kaki sakit kalau untuk berjalan.

Baca Juga: Stok Solar Menipis, Disdagperin Pati Ajukan Penambahan Kuota ke BPH Migas

Ia berharap, pihak terkait, khususnya Dinas Kesehatan untuk turun tangan membantu warganya yang mengalami sakit tersebut. Sebab, sudah banyak warga yang terinfeksi chikungunya.

Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan Pati belum memberikan jawaban ketika dikonfirmasi terkait wabah chikungunya tersebut. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER