Panas Isu Pati Utara–Selatan, Pendemo Serukan Persatuan dan Tidak Terprovokasi

BETANEWS.ID,PATI – Dalam beberapa hari terakhir ramai di media sosial muncul narasi Pati utara versus Pati selatan. Hal ini terjadi usai kericuhan yang terjadi depan gedung dewan saat Bupati Pati Sudewo dihadirkan oleh Pansus Hak Angket DPRD Pati pada Kamis (2/10/2025) lalu.

Dalam narasi yang beredar, masyarakat Pati utara dinilai tidak rela dan tidak bersedia dipimpin warga Pati Selatan. Mengingat Bupati Pati Sudewo merupakan putra daerah dari Pati selatan.

Baca Juga: Tuntut Pelaku Premanisme Ditangkap, Ratusan Warga Demo di Alun-alun Tayu

-Advertisement-

Terkait hal itu, warga yang melakukan aksi demo di Alun-alun Tayu, pada Senin (6/10/2025), ikut merespon narasi yang disebarkan akun anonim di media sosial. Massa dari Koalisi Masyarakat Pati Anti Premanisme (Kompres) tersebut menilai narasi tersebut merupakan bentuk adu domba.

Koordinator lapangan (Korlap) Kompres, Mirza Sastro Atmodjo menilai, narasi tersebut berpotensi menyulut konflik horisontal antar-warga Kabupaten Pati.

”Pati utara vs Pati selatan, saya kira itu tidak tepat. Karena banyak teman-teman kami ada yang dari Pati selatan, atau kecamatan di Pati selatan. Yang tepat itu pendukung dan tidak pendukung. Jangan sampai narasi ini membenturkan masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya pun mendesak Sudewo bertanggungjawab atas ketidakstabilan Pati. Menurutnya, kegaduhan yang terjadi di masyarakat sampai hari ini karena kepemimpinan Bupati Pati Sudewo yang arogan.

”Kita lihat secara fakta di lapangan yang memulai (narasi Pati utara vs Pati selatan) oknum pendukung Bupati Pati Sudewo. Jadi antara Pati selatan dan utara dan pati manapun jangan sampai masyarakat dibenturkan,” ucapnya.

Ia pun mendesak agar Bupati Pati Sudewo untuk mengundurkan diri atau dimakzulkan melalui mekanisme pansus Hak Angket DPRD Kabupaten Pati. Menurutnya, tuntunan ini tidak berdasarkan kebencian kedaerahan, melainkan berdasarkan sikap Bupati Pati Sudewo yang dinilai arogan.

Seperti diketahui, ratusan warga yang tergabung dalam Kompres ini menggelar aksi sebagai bentuk solidaritas kepada sejumlah aktivis Masyarakat Pati Bersatu (MPB) yang mengalami kekerasan dan intimidasi.

Setidaknya ada 3 aktivis yang tergabung dalam MBP yang mengalami tindakan kekerasan. Mereka yakni Supriyono alias Botok, Teguh Istyanto, dan Gus Ulil.

Baca Juga: Seratusan Pembatik Warnai Festival Batik Bakaran, Tangan-Tangan Terampil Hidupkan Tradisi Pati

Tindakan kekerasan ini diduga dilakukan oleh para pendukung Bupati Pati Sudewo. Aksi itu terjadi saat para aktivis itu hendak mengawal rapat panitia khusus (Pansus) hak angket Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati yang memanggil Sudewo pada Kamis 2 Oktober 2025 lalu.

Aktivis MBP tak hanya mengalami tindakan kekerasan secara fisik saja. Bahkan, rumah Teguh Istyanto juga dibakar oleh orang tak dikenal pada Jumat (3/10/2025) subuh. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER