Dinkes Jepara Bakal Ikut Turun Awasi Penyaluran MBG 

BETANEWS.ID, JEPARA – Untuk mencegah terjadinya potensi keracunan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara akan ikut turun mengawasi penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara, dr. Vita Ratih Nugraheni mengatakan 27 SPPG yang saat ini sudah beroperasi sedang mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). 

Baca Juga: Gudang Mebel Berisi Barang Siap Kirim di Bawu Jepara Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp2 Miliar 

-Advertisement-

Sertifikat itu dibutuhkan untuk memastikan proses penyediaan MBG benar-benar berkualitas dan tidak berbahaya.

“Setelah SLHS ada, itu enggak berhenti di situ. Kami nanti melalui petugas kesehatan lingkungan dan petugas gizi Puskesmas yang akan mendampingi (SPPG),” katanya pada Sabtu (4/10/2025).

Tim tersebut yang nantinya akan mengawasi dan mendampingi SPPG di wilayah kerja Puskesmas. Tim akan selalu memastikan seluruh mekanisme penyediaan MBG. Mulai dari penyediaan bahan baku, sarana pra sarana dapur, penyimpanan bahan, proses memasak, proses pengemasan hingga pendistribusian. 

“Semua unsur harus laik dan higenis. Misalnya, atapnya itu dari asbes, itu kan bahaya untuk jangka panjang. Airnya juga harus layak dan sudah diuji laboratorium. Kalau misalnya pakai air isi ulang, sumbernya juga harus punya SLHS. semua harus terjamin keamannya,” jelasnya. 

Vita melanjutkan, pengawasan tersebut juga penting untuk memastikan MBG yang sampai ke sekolah dan dikonsumsi anak-anak, gizi dan kualitasnya terjamin. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak 35 anak sekolah di Kecamatan Bangsri mengalami mual-mual, pusing, hingga muntah setelah mengonsumsi MBG di sekolah. Lima anak di antaranya bahkan mendapatkan perawatan dari Puskesmas Bangsri.

Baca Juga: 27 Dapur SPPG di Jepara Baru Ajukan SLHS 

Meskipun, sampel sisa makanan yang diuji di laboratorium oleh Dinkes Provinsi Jawa Tengah tidak menunjukkan adanya bakteri yang menjadi penyebab dugaan keracunan, setiap menu MBG akan tetap menjadi perhatian serius.

“Kita yakin produk yang diolah (di SPPG) itu tidak berbahaya untuk kesehatan anak-anak, yang mungkin dalam kondisi vit. Tapi kalau dalam jangka panjang (MBG) tidak diolah dengan benar, misalnya daging masih mentah, buah-buahan yang sudah berair itu jadi masalah juga. Untuk itu kami ikut memastikan kelayakan makanan itu dengan cara pengawasan lewat Puskesmas,” jelasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER