Sehari 3 Kali Pindah Tongkrongan, Jadi Ide Fifin Rintis Usaha Street Coffee

BETANEWS.ID, KUDUS – Di bawah cahaya temaram yang terpancar dari puluhan bohlam, seorang perempuan berwajah anggun tampak sedang meracik kopi, Minggu malam (7/9/2025). Perempuan tersebut bernama Fifin Wulandari (28) pemilik usaha street kopi bernama Fins Kopi.

Berada di sebelah barat tanggul Sungai Gelis, atau eks Pasar Barito Desa Langgar Dalem, Kecamatan Kota, Kudus, tangan lentik Fifin begitu terampil dengan alat-alat manual brew.

Baca Juga: Jual Jajan Sehat, Lapak Kue Tradisional di Gembong Ini Tak Pernah Sepi Pembel

-Advertisement-

Warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog tersebut merebus air, menuang dan menyaring kopi untuk seduhan yang bersih dan menguatkan cita rasa kopi. Ia begitu detail untuk menyajikan satu cup kopi.

Bahkan, penuangan air, ia lakukan perlahan dan merata ke atas bubuk kopi, perhatikan waktu seduh dan aliran air untuk mendapatkan hasil terbaik. Setelah sejian sudah siap, Fifin pun bergegas mengantarkannya ke pelanggan yang duduk berbincang ria bersama teman.

Fifin menyampaikan, mulai merintas usaha street kopi sejak tiga pekan yang lalu atau tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2025. Street kopi merupakan usaha keduanya, setelah cukup suskes dengan suaha Es Coklat Cokot.

“Street kopi ini usaha kedua saya. Saya juga punya usaha lain yang sudah cukup lama berjalan dan banyak pelanggan yakni, Es Coklat Cokot,” ujar Fifin kepada Betanews.id.

Fifin mengungkapkan, terinspirasi merintis usaha kopi karena sebelumnya sering nongkrong di coffee shop. Hal itu terjadi, karena banyak waktu luang dan usaha juga sudah dihandel oleh para karyawan.

“Bahkan, dulu itu saya bisa sampai pindah dua sampai tiga kali di coffee shop yang berbeda dalam sehari. Hanya untuk nongkrong dan menikmati sajian kopi,” bebernya.

Dari pada nongkrong tidak jelas dan memperbanyak pengeluaran, ia pun kemudian berinisiatif untuk membuka usaha street kopi. Apalagi jenis usaha ini juga lagi booming di Kota Kretek.

“Meski tak ada pengalaman jadi barista, saya pun nekat membuat usaha street kopi. Modalnya memang nekat dan belajar menyajikan kopi secara otodidak,” ungkapnya.

Meski belajar otodidak dalam penyajian kopi, Fifin bersyukur street kopinya cukup digemari para pelanggan. Ia buka mulai pukul 16:00 WIB sampai pukul 0:00 WIB.

Untuk menu yang disediakan oleh Fin’s Kopi ada minuman kopi dan non kopi. Untuk minuman kopinya ada espresso pistachio, espresso pandan, espresso palm sugar, espresso butterscoth, dan espresso sakura. Sementara yang non kopi, ada nabula cream dan coklat.

“Di Fin’s Kopi juga menyediakan camilan, yakni churros dan french fries. Untuk harga minuman sangat terjangkau mulai Rp10 ribu saja,” tuturnya.

Dia mengatakan, Fin’s Kopi menyajikan kemurnian dan cita rasa kopi. Dengan konsep street kopi, para pelanggan bisa menikmati satu kap kopi di pinggiran jalan tetapi tidak terlalu bising dengan lalu lalang pengendara.

“Tiga pekan berjualan pelanggan cukup ramai. Semalam rata-rata mampu menjual 35 sampai 40 porsi untuk hari biasa. Di akhir pekan, pelanggan yang datang lebih ramai lagi, bisa sampai 60 sampai 70 pelanggan,” ungkapnya.

Baca Juga: Senangnya Belajar Mengolah Kopi Gratis di Chang Coffee Jepara 

Fifin berharap, Fin’s Kopi ini ke depan bisa jadi jujugan para pecinta kopi. Serta pelanggan yang datang terus bertambah dan konsisten ramainya.

“Harapan kami, usaha bisa terus lancar, pelanggan di Fin’s Kopi konsisten ramai. Dan, ke depan semoga saya bisa membuka kedai kopi,” harap Fifin.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER