Pisang Thailand, Menu Unik yang Jadi Andalan Kedai Banaryo Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Deretan kedai kuliner tampak berjejer menggoda di depan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus. Satu di antaranya yakni sebuah kedai berwarna oranye mencolok bertuliskan Banaryo. Dari dalam kedai, seorang pria paruh baya sibuk menyusun dagangannya. Ia adalah Karyono Arya (58), warga Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kudus.

Arya mengaku sudah mendirikan Kedai Banaryo sejak 2020. Awalnya, ia berjualan di sebuah kafe di Karanganyar, Demak. Namun, pada Desember 2024, ia memutuskan pindah ke depan Kampus UIN Sunan Kudus. Keputusan itu bukan tanpa alasan, ia memilih lokasi depan kampus karena ramai oleh mahasiswa.

Baca Juga: Kedai Wedjaya, Perpaduan Hangatnya Kopi Jahe Rempah dan Suasana Sawah

-Advertisement-

“Saya ingin menyiapkan usaha untuk saat purna karya. Sekarang masih aktif bekerja di BPJS Kesehatan. Karena tiap tahun kontrak masih diperpanjang, saya manfaatkan waktu ini untuk mulai usaha kecil-kecilan,” tutur Arya.

Banaryo punya menu khas yang jarang ditemui di kedai lain, yaitu pisang Thailand dan onde-onde pisang. Jika pisang goreng biasa hanya dibalut tepung terigu, pisang Thailand racikan Arya lebih istimewa. Ia menggunakan campuran tepung terigu, beras, maizena, serta taburan wijen putih dan hitam.

Sementara onde-onde pisang dibuat dari pisang matang yang dicampur tepung ketan dengan isian cokelat di dalamnya. Semua olahan pisang di kedainya menggunakan pisang kepok kuning agar rasanya lebih gurih.

Tak hanya pisang, Banaryo juga menawarkan takoyaki dengan topping katsuobushi. Selain itu juga ada aneka jus buah segar dengan harga ramah di kantong mahasiswa.

“Pisang Thailand per porsi Rp8.000 isi 6-7 biji, atau Rp10.000 isi 8 biji, menyesuaikan kantong mahasiswa. Takoyaki Rp7.000 isi 5, dan jus buah mulai Rp5.000,” jelasnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Setiap hari, Arya bisa menjual 15 hingga 35 porsi pisang Thailand dan 15 hingga 30 cup jus. Dari penjualan itu, ia bisa mengantongi omzet Rp150–300 ribu saat sepi, dan Rp400 ribu ketika ramai.

Menurut Arya, pelanggan Banaryo bukan hanya mahasiswa UIN Sunan Kudus. Pesanan juga datang untuk acara keluarga, arisan, hingga kegiatan Jumat Berkah. Selain itu, ada pula konsumen dari luar kota seperti Pati, Jepara, dan Demak yang penasaran dengan olahan pisang Thailand.

Baca Juga: Jual Jajan Sehat, Lapak Kue Tradisional di Gembong Ini Tak Pernah Sepi Pembel

Bagi Arya, tantangan terbesar bukan sekadar menjual, tapi menjaga kepercayaan konsumen. Ia sadar, konsumen bisa kembali hanya jika rasa dan kualitas produknya konsisten. Karena itu, ia rajin melakukan riset kecil-kecilan terhadap pelanggannya.

“Mahasiswa di sini sukanya yang gurih, makanya saya buat takoyaki. Ke depan, saya rencana tambah menu sempolan dan olahan gurih lainnya,” tambahnya.

Penulis: Seli Rukhmana Mahasiswa PPL UIN Sunan Kudus

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER