BETANEWS.ID, KUDUS – Hari jadi tim sepak bola kebanggaan warga Kabupaten Kudus yakni, Persiku hingga saat ini masih jadi perdebatan. Oleh karena itu, muncul desakan agar hari jadi tim berjuluk Macan Muria tersebut bisa ditentukan, tentunya sesuai literasi dan sejarah yang ada.
Perdebatan hari jadi Persiku jadi topik utama acara Njagong Ball yang diselenggarakan oleh Komunitas Literasi Sepak Bola Kudus di Pitch 19 Sports Bar, Kamis (21/8/2025) malam.
Baca Juga: Gaji Guru Penerima TPG di Kudus Akan Dipotong 1 Persen, untuk Apa?
Ada empat komunitas yang hadir dan ikut berdiskusi pada acara Njagong Ball. Antara lain, Komunitas JenangBledeg, Catenaccio, Dua Belas Football Zine, dan Water Break Space.
Founder Komunitas Jenang Bledek, Andre Kurniawan, mengatakan, acara Njagong Ball ini salah satu tujuannya untuk mengupas tuntas terkait perdebatan di kalangan suporter terkait hari jadi Persiku. Karena belum jelasnya hari jadi, tim kesayangan warga Kudus tersebut tidak pernah dirayakan HUTnya.
“Selama ini Persiku itu tidak pernah dirayakan hari jadinya. Tim-tim tetangga pada merayakan hari jadi, Persiku tidak pernah. Karena hari jadi Persiku masih dalam perdebatan,” ujar Andre kepada awak media usai acara.
Lebih lanjut Andre mengungkapkan, pendapat terkait lahirnya tim Persiku masih terbelash di kalangan pecinta sepak bola di Kota Kretek. Ada yang percaya Persiku dibentuk pada tahun 1934 dan sebagian berpendapat pada tahun 1955.
“Melalui diskusi ini kita mencoba meluruskan. Karena secara arsip dan secara data tahun lahir Persiku belum ditentukan,” bebernya.
Dia mengungkapkan, pernah ada ditemukan sebuah arsip bahwasannya Persiku pernah eksis dan sempat mengajukan diri untuk menjadi anggota Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada tahun 1933, pada saat konggres di Surabaya.
“Artinya dengan data tersebut membantah tahun-tahun hari jadi Persiku yang diyakini para suporter selama ini, yakni 1934 dan 1954,” tuturnya.
Dengan temuan tersebut, kata Andre, semoga bisa meluruskan dan menghilangkan perdebatan yang selama ini terjadi. Serta meminta para suporter bersabar, supaya penelitian tetap berlanjut sehingga hari jadi Persiku bisa segera ditemukan.
“Sebab temuan sesuai arsip, tahun 1933 itu tim Persiku sudah mendaftar sebagai anggota PSSI. Logikanya, Persiku dibentuk sebelum konggres bergulir. Kita tidak akan pernah tahu, ssbelum arsip pembentukan Peraiku itu benar-benar ditemukan,” jelasnya.
Disinggung agar manajemen dan komunitas sepak bola Kudus duduk bersama dan menyepakati hari dan tahun lahir Persiku, Andre mengatakan tidak bisa semudah itu. Karena menurutnya, penentuannya harus berdasarkan sumber yang jelas dan bisa dipertanggung jawabkan.
Baca Juga: 10.000 Pohon Hijaukan Bukit Patiayam Demi Masa Depan
“Hari jadi Persiku ini sangat penting. Sebab, itu sebenarnya sangat fundamental. Identitas sebuah tim kan harus punya tahun kelahiran secara pasti. Sehingga tidak terjadi pewarisan identitas palsu ke generasi penerus pecinta Persiku,” imbuhnya.
Dia mengatakan, seluruh tim di dunia itu pasti punya hari jadi. Dan setiap tahun, pasti dirayakan hari jadinya. Tetapi tidak bagi Persiku, karena hari jadinya yang secara otentik belum ditemukan, maka selama ini tidak ada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Persiku.
Editor: Haikal Rosyada

