BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kabupaten Kudus memulai pembangunan gedung Onkologi. Pembangunan gedung tersebut nantinya akan mampu memutus rujukan hingga seribuan pasien kanker ke rumah sakit daerah lain.
Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi, dr. Abdul Hakam menyampaikan, setiap tahun pasien kanker yang datang berobat sangat banyak sekali. Dan mereka semua harus dirujuk ke RS Karyadi Semarang untuk kemoterapi.
Baca Juga: Gaji Guru Penerima TPG di Kudus Akan Dipotong 1 Persen, untuk Apa?
“Setiap tahun kurang lebih ada seribu pasien kanker yang harus dirujuk ke RS Karyadi Semarang. Hal itu dikarenakan RSUD Loekmono Hadi belum punya poli onkologi,” ujar dr. Hakam kepada awak media pada acara peletakan batu pertama pembangunan gedung IGD dan PONEK serta Gedung Stroke dan Onkologi belum lama ini..
Ketika gedung Onkologi sudah selesai dibangun dan beroperasi, lanjut Hakam, nantinya seribu pasien kanker tersebut tak perlu dirujuk lagi ke lain daerah. Sebab sudah bisa ditangani di RSUD Loekmono Hadi.
“Ketika sudah ada Poli Onkologi, pasien kanker tak perlu dirujuk ke RS Karyadi Semarang. Di Kudus bisa ditangani sendiri untuk dilakukan kemoterapi dan perawatan lainnya,” beber Hakam.
Hakam menjelaskan, Gedung Stroke Onkologi nantinya terdiri dari lima lantai. Pembangunan gedung ini menelan anggaran kurang lebih sebesar Rp 44,6 miliar yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil.Tembakau (DBHCHT).
Dia menambahkan, gedung ini dirancang untuk menjadi pusat layanan komprehensif bagi pasien stroke dan kanker. Dengan rincian lantai 1 untuk area parkir mobil, lantai 2 untuk area parkir motor, lantai 3 untuk poliklinik saraf komprehensif, dan lantai 4 dan 5 untuk ruang rawat inap khusus stroke dan kanker.
“Ruang rawat inap khusus stroke dan kanker di dua lantai tersebut total kami sediakan 40 tempat tidur,” sebut Hakam.
Baca Juga: 10.000 Pohon Hijaukan Bukit Patiayam Demi Masa Depan
Pekerjaan pembangunan gedung Onkologi dan Stroke ditargetkan selesai pada 27 Desember 2025. Sementara pekerjaan dimulai pada 14 Agustus lalu.
“Kami mohon doa restu dan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, agar proses pembangunan dapat berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan segera memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Kudus,” harapnya.
Editor: Haikal Rosyada

