31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Pedagang Pasar Kliwon Kudus Keluhkan Sepinya Pasar Akibat Serbuan Online

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan pedagang menggelar pawai keliling Pasar Kliwon Kudus, Senin (18/8/2025). Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia sekaligus penyampaian rasa prihatin atas sepinya pasar dan merosotnya omzet beberapa tahun terakhir.

Ketua panitia pawai, Setio Budi, mengatakan, pawai ini dilakukan para pedagang di Blok D Pasar Kliwon. Total, kurang lebih ada 70 orang yang terlibat dalam kegiatan berpawai dengan berbagai atribut kemerdekaan.

Baca Juga: Target PAD Retribusi Pasar Tradisional Kudus Baru Tercapai 35,57 Persen

-Advertisement-

“Harapan dari kegiatan pawai ini, semoga Pasar Kliwon Kudus bisa kembali ramai lagi seperti dulu,” ujar Setio kepada Betanews.id usai pawai.

Dia mengungkapkan, bahwa keadaan Pasar Kliwon saat ini sangat memprihatinkan. Pengunjung sepi, karena kalah bersaing dengan penjualan online baik melalui marketplace maupun media sosial.

“Akibat ada online penjualan kami turun drastis, dibanding beberapa tahun sebelumnya. Bahkan, penurunannya itu sampai 50 persen,” sebutnya.

Dia menuturkan, rute pawai dimulai dari Blok Makmur Jaya, berlanjut ke Jalan Tengah, masuk ke Blok A, lalu melewati Jalan Cidera Susiyanto hingga kembali ke area Blok D Pasar Kliwon bagian timur.

Para pedagang yang ikut dalam pawai ini sebagian besar membawa serta dagangan mereka, mulai dari celana kolor, daster, hingga pakaian sehari-hari yang selama ini menjadi ciri khas dagangan di Pasar Kliwon.

“Kami ingin mengangkat kembali nama Pasar Kliwon. Jangan sampai kalah sama online. Ini bentuk keprihatinan sekaligus promosi dagangan agar pembeli kembali datang,” harapnya.

Dia mengatakan, sebenarnya sebagian pedagang di Pasar Kliwon sudah ada yang mencoba ikut berjualan secara daring, namun keterbatasan usia dan keterampilan membuat mayoritas pedagang senior kesulitan mengikuti tren tersebut.

“Kalau pedagang tua itu jarang bisa main online. Hanya anak muda saja yang bisa. Jadi kami lebih memilih mempromosikan langsung dengan cara-cara seperti ini,” terang Setio.

Selain sebagai ekspresi keprihatinan, pawai ini juga ditujukan untuk mengingatkan pemerintah agar memberi perhatian lebih pada keberlangsungan pasar tradisional.

“Harapan kami sederhana, jangan sampai Pasar Kliwon yang dianggap pasar terbesar di Kudus justru tenggelam dan kalah dengan online. Pemerintah harus hadir melindungi pedagang kecil,” tegas Setio.

Menurut Sukini (55), pemilik kios Okky Jaya, semenjak kehadiran platform dagang di dunia maya, pihaknya mengalami penurunan omzet hingga sekitar 70 persen.

Baca Juga: Hasil Pemeriksaan Dugaan Pungli K3S Jati, Ini Dua Rekomendasi Inspektorat Kudus

Ia berharap iklim kunjungan ke Pasar Kliwon, yang dulu sempat disebut sebagai pasar terbesar di Pantura Timur, bisa kembali bergairah seperti sebelumnya.

“Kami hanya ingin Pasar Kliwon ramai lagi, seperti dulu,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER