31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Kuasa Hukum Warga Ngaku Ditendang dan Disekap Aparat saat Demo Ricuh di Pati

BETANEWS.ID, PATI – Kristoni Duha, Kuasa Hukum dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menjadi salah satu korban dalam aksi demo di kawasan Alun-Alun Simpang Lima Pati yang berlangsung ricuh pada Rabu (13/8/2025) lalu. Ia menyebut, kalau dirinya dan sejumlah warga lainnya ditendang hingga disekap berjam-jam oleh aparat saat itu.

Akibat pemukulan itu, dirinya mengalami luka di tubuhnya. Matanya lebam hingga hidungnya mengalami cedera.

Baca Juga: Polresta Pati Tindak Oknum Polisi Pemukul Demonstran pada Aksi 13 Agustus

-Advertisement-

Kristoni menceritakan, peristiwa terjadinya pemukulan terhadap dirinya pada saat aksi demo tersebut. Awalnya, sekitar pada pukul 13.15, WIB, ia mendapat kabar bahwa sejumlah peserta demo ditahan, disekap dan ditangkap oleh aparat keamanan di Pendapa Kabupaten Pati.

”Warga itu meminta tolong untuk diselamatkan. Mendengar itu kami berdua (dengan korlap) ke pendapa . Tapi kami dibiarkan oleh polisi. Kami mudah masuk sementara yang lain dibiarkan,” ujarnya, Sabtu (16/8/2025).

Setelah masuk di area Pendapa Kabupaten Pati, ia tak menemukan penyekapan warga. Ia mencoba mencari ke sekeliling. Namun nihil. Ia dan kawannya pun berniat keluar. Tetapi segerombolan orang diduga preman berada di luar.

”Kami keluar dan ternyata di luar itu sudah bergerombol sekitar 15 orang preman yang kami duga itu disiapkan bupati Pati untuk melawan (kami),” ungkapnya.

Salah satu preman berteriak bahwa dirinya dan kawannya merupakan provokator yang membuat Kabupaten Pati ricuh.

”(Dia bilang) ’’ini provokatornya yang membuat Pati ricuh. Ini bukan orang Pati. Ini orang luar Jawa. (Lalu) saya mengatakan bagian dari kuasa hukum warga Pati dan saya sudah 3,5 tahun di Pati dan ber-KTP Pati,” ujar Toni.

Ia pun berusaha menunjukkan KTP. Saat itu, tangannya dihadang dan dipiting oleh seseorang. Toni dan kawannya berusaha melarikan diri. Tapi pihak aparat ikut menendangnya.

”Kemudian polisi ikut menendang dan teman saya. Ada sekitar 50 orang (polisi). Makanya di muka saya kelihatan kayak bekas sepatu ya. Kalau tidak salah kena tendangan saat terbaring,” ungkapnya.

Beruntung katanya, ada salah satu anggota TNI yang menarik tubuhnya dan berusaha mengangkat badannya. Ia pun terselamatkan dari amukan sejumlah orang yang diduga preman dan aparat tersebut.

”Saat ditarik TNI, ada polisi yang masih menendang. Saat itu dompet saya jatuh, uang di dompet saya hilang Rp 1,2 juta. Dua HP saya disita polisi,” sebutnya.

Tak berhenti di sana, Toni mengaku dirinya dan kawannya disekap di sebuah ruangan kecil. Di sana dihuni kurang lebih 11 orang. Ia disekap sekitar pukul 13.30 WIB sampai jam 17.00 WIB. Ia berhasil keluar setelah Kuasa Hukum Aliansi Masyarakat Pati Bersatu lainnya, Nimerodin Gulo membebaskannya.

Baca Juga: Soal Dugaan Kasus Korupsi DJKA yang Seret Nama Sudewo, Wakil Ketua KPK: ‘Kita Lihat Aja Prosesnya’

Ketika dikonfirmasi, Kasihumas Polresta Pati Ipda Hafid Amin mengaku tak mengetahui kejadian itu. Ia pun siap mengecek kebenaran insiden tersebut.

”Kami konfirmasi dulu,” kata Kasi Humas Polresta Pati, Ipda Hafid Amin kepada wartawan.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER