BETANEWS.ID, KUDUS – Hujan deras disertai angin kencang melanda di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Selasa (19/8/2025). Tepatnya, dua desa yakni Desa Kalirejo dan Medini, genteng puluhan rumah warga porak-poranda, diterjang angin puting beliung.
Bahkan kejadian bencana itu mengakibatkan pohon besar tumbang sampai melintang di jalan.
Baca Juga: 9.290 Pekerja Rentan di Kudus Resmi Tercover BPJS Ketenagakerjaan, Pemkab Anggarkan Rp4,3 Miliar
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Mundir, menyampaikan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.20 WIB. Awalnya hujan turun dengan intensitas sedang, namun hanya berselang 10 menit kemudian, hujan kian deras dan angin berembus kencang.
“Sekitar pukul 11.30 WIB angin makin kencang. Hujan disertai angin tersebut menyebabkan atap-atap rumah warga di Desa Kalirejo dan Medini mengalami kerusakan, ada yang ringan, ada juga yang cukup parah,” ungkap Mundir.
Berdasarkan data sementara, tercatat 42 rumah terdampak. Di Desa Medini, 50 rumah di Gang 10 dan 11 mengalami kerusakan. Sementara di Desa Kalirejo, kerusakan lebih banyak terjadi, yakni 30 rumah mengalami kerusakan genteng di Dukuh Ngemplak.
Tak hanya merusak rumah, angin juga menumbangkan sejumlah pohon besar. Sejumlah relawan dari Kencana (Kecamatan Tangguh Bencana), Destana (Desa Tangguh Bencana), hingga Undaan Rescue bahu-membahu bersama aparat kecamatan, perangkat desa, dan warga untuk mengevakuasi pohon yang melintang di jalan serta membersihkan puing-puing genteng.
“Kami masih fokus pada evakuasi dan pembersihan material. Untuk total kerugian yang dialami warga, saat ini masih dalam pendataan,” ungkapnya.
Setidaknya, kata Mundir, kerugian akibat bencana alam itu ditaksir mencapai ratusan juta. Di Desa Medini, kerugian ditaksir mencapai Rp80 juta dan Desa Kalirejo Rp40 juta.
Baca Juga: Bak Model, Siswa SLBN Purwosari Lenggak-Lenggok di Atas Catwalk Peringati HUT RI ke-80
Sementara itu, Sekertaris Desa Kalirejo, Faiq Maulana menambahkan, hampir semua RW di Dukuh Ngemplak, Desa Kalirejo terdampak angin puting beliung. Menurutnya, kejadian tersebut terjadi sekitar 12.00 WIB, siang tadi.
“Saat ini sedang dilakukan penanganan dan bersih-bersih, baik dari relawan, warga, dan pihak pemerintah desa,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

