31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Cara Unik Warga Gondangmanis Meriahkan HUT RI ke-80, Sulap Sampah Jadi Sumber Ketahanan Pangan

BETANEWS.ID, KUDUS – Semangat kemerdekaan ke-80 tahun ini dimaknai berbeda oleh warga RW 6 Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae. Mereka menggelar lomba pemanfaatan pekarangan dengan gerakan ketahanan pangan dari sampah rumah tangga.

Kegiatan lomba tersebut, diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) bersama Dinas PKPLH Kudus. Masyarakat dengan antusias mengikuti lomba gerakan ketahanan pangan berbasis pemanfaatan sampah, baik organik maupun anorganik.

Baca Juga: Direktur Perusda Percetakan Kudus Dicopot, Ini Sebabnya.

-Advertisement-

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Perkebunan Dispertan Kudus, Agus Setiawan menjelaskan, program ini lahir dari inisiatif seksi lingkungan RW 6 yang melibatkan seluruh warga, khususnya di kawasan Perum Gerbang Harapan. Ide utamanya adalah mengelola limbah organik menjadi pupuk dan memanfaatkan limbah non-organik sebagai media tanam maupun pot.

“Dalam konteksnya, kegiatan ini tidak hanya untuk memeriahkan HUT RI, tapi juga menjadi gerakan berkelanjutan. Sampah organik diolah warga dan sebagian lagi melalui kerja sama dengan Djarum Oasis, sedangkan sampah non-organik dimanfaatkan untuk wadah dan kreasi. Jadi potnya tidak boleh beli, harus dari bahan limbah,” bebernya melalui sambungan telepon, Sabtu (16/8/2025).

Ia menyebut, tujuan adanya kegiatan itu sebagai bentuk gerakan menanam oleh warga demi terjaganya ketahanan pangan di sana. Setidaknya ada 12 peserta dari masing-masing RT di RW 6 dengan fasilitasi benih dari RW setempat dan bantuan tambahan dari PT Djarum.

Ada tiga tahap penilaian dalam lomba ini. Tahap pertama pada akhir Juni, warga dinilai dalam proses penyemaian benih. Tahap kedua pertengahan Juli, fokus pada kemampuan mempertahankan tanaman hingga bisa dipanen. Tahap ketiga yang berlangsung hari ini dinilai strategi pengembangan, terutama sejauh mana limbah lingkungan dimanfaatkan untuk ketahanan pangan.

“Benih yang disediakan di antaranya kangkung, sawi, cabai, dan terong. Semua ditanam dengan media dari bahan bekas yang ada di lingkungan. Jadi di sini tidak sekadar menanam, tapi juga soal kreativitas mengolah limbah,” ungkapnya.

Menurutnya, lomba ini menjadi sarana pembinaan lintas sektor. PKPLH membina warga dalam pengelolaan sampah, sementara Dispertan membimbing dari sisi teknis pertanian.

Baca Juga: Siap Jalankan Arahan Presiden, DPRD Kudus Dorong Perkuat Ekonomi Rakyat dan Tangani Kemiskinan Ekstrem

Agus berharap, kegiatan tersebut tidak hanya berhenti sebagai perayaan kemerdekaan, melainkan bisa menjadi pola berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat lingkungan.

“Kalau pengelolaan sampah bisa lebih optimal, otomatis akan memberi dampak positif terhadap ketahanan pangan di wilayah ini. Jadi ada nilai ganda yang dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER